BERITA UTAMA

Tingkat Stres Nakes di IGD Tinggi, Kemenkes Ingatkan Penerapan Kesehatan Kerja di RS

×

Tingkat Stres Nakes di IGD Tinggi, Kemenkes Ingatkan Penerapan Kesehatan Kerja di RS

Sebarkan artikel ini
KERJASAMA— Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan PT Otsuka Indonesia.

JAKARTA, METRO–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meng­ungkapkan tingginya tingkat stres yang dihadapi tenaga kesehatan, terutama mereka yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

karena itu, penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) dinilai penting untuk mengantisipasinya.

Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, rumah sakit merupakan lingkungan kerja dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi.

Sehingga perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada aspek keselamatan fisik.

“Rumah sakit merupakan lingkungan kerja dengan tingkat stres tinggi, terutama di Instalasi Gawat Darurat. Tenaga kesehatan setiap hari menghadapi tekanan pelayanan, situasi kedaruratan, serta beban emosional yang besar,” ujar Azhar saat penan­datanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan PT Otsuka Indonesia, Jumat (10/7).

Baca Juga  Berzakat bukan Berarti Dermawan

Menurut Azhar, implementasi K3RS harus men­cakup perlindungan terhadap kesehatan psikososial tenaga kesehatan selain aspek keselamatan kerja.

“Implementasi K3RS tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga harus mencakup perlindungan kesehatan psikososial tenaga kesehatan,” tegasnya.

Penekanan tersebut disampaikan di sela peluncuran program Mental Ease at Workplaces, hasil kolaborasi Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan PT Otsuka Indonesia untuk memperluas akses layanan kesehatan mental bagi pekerja.

Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, mengatakan, kerja sama itu merupakan upaya memperluas akses layanan kesehatan mental melalui kolaborasi antara rumah sakit dan dunia usaha.

Baca Juga  Ngeri! Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelakunya Siswa Kelas XII yang jadi Korban Bullying, Belajar Merakit dari Internet dan Bahannya Dibeli Online

Melalui program tersebut, perusahaan mitra dapat mengirimkan pegawainya untuk menjalani asesmen kesehatan mental dan memperoleh layanan wellbeing di Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dengan skema pembiayaan bersama antara PT Otsuka Indonesia dan perusahaan.

Dalam rangkaian acara juga digelar talkshow bertema Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Nova memaparkan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai faktor yang memengaruhi produktivitas kerja.

WHO dan ILO mencatat depresi serta kecemasan menyebabkan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun di seluruh dunia, dengan kerugian ekonomi mencapai sekitar US$1 triliun per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kesehatan mental pekerja. (jpg)