BERITA UTAMA

Teruskan Arahan Prabowo, Menteri Bahlil Bakal Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal

×

Teruskan Arahan Prabowo, Menteri Bahlil Bakal Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat doorstop bersama awak media.

JAKARTA, METROTambang ilegal kembali jadi bidikan pemerintah untuk diberangus. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bakal menindak tegas izin usaha pertambangan (IUP) yang bermasalah, khususnya yang berada di kawasan hutan.

Hal itu diungkapkan Bah­lil usai menyerahkan hasil evaluasi terkait IUP bermasalah kepada Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4).

“Saya sudah melaporkan dan InsyaAllah hasilnya juga baik dan sudah saya mendapatkan arahan teknis untuk segera me­lakukan eksekusi lebih lanjut,” ujar Bahlil.

Dikatakan Bahlil, hasil evaluasi tersebut diserahkan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan, yakni satu pekan, sebagaimana arahan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih pada 8 April lalu.

Baca Juga  Truk Bermuatan Sawit Terbalik ke Sungai 

Ia melanjutkan bahwa penindakan terhadap IUP bermasalah menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat aktivitas tersebut berada di kawasan yang seharusnya dilindungi, seperti hutan lindung, hutan konservasi, hingga cagar alam.

“Dan ada juga beberapa IUP lain dalam kawasan hutan,” imbuh pria yang akrab disapa Kanda Bahlil itu.

Sebelumnya, dalam rapat kerja pekan lalu, Prabowo mengatakan telah menerima laporan terkait ratusan IUP bermasalah di hutan lindung yang perlu ditertibkan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki waktu untuk bersikap lunak terhadap izin tambang ter­sebut, termasuk yang melibatkan pihak-pihak dekat atau kelompok tertentu. Sebab menurutnya, pencabutan izin ini bertujuan untuk memastikan penge­lolaan sumber daya alam kembali berpihak kepada negara dan rakyat.

Baca Juga  Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Turkiye, Menhan Sjafrie dan Menlu Sugiono Diterima Langsung Presiden Erdogan

“Segera evaluasi. Kalau enggak jelas, cabut semua itu. Kita sudah enggak ada waktu untuk terlalu kasihan. Enggak ada kasihan se­karang. Kita hanya mem­bela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,” tegas Prabowo. (jpg)