OLAHRAGA

Terima Kunjungan Satgas Nasional, Sekda Paparkan Jalan Provinsi Pasbar-Pasaman Masih Darurat Pascabencana

×

Terima Kunjungan Satgas Nasional, Sekda Paparkan Jalan Provinsi Pasbar-Pasaman Masih Darurat Pascabencana

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN SATGAS NASIONAL— Pemkab Pasbar menerima kunjungan Tim Satgas Nasional Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Selasa (28/7). Kunjungan tersebut untuk mengevaluasi capaian pemulihan pascabencana sekaligus menginventarisasi kendala di daerah agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

PASBAR, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menerima kunjungan Tim Satuan Tugas (Satgas) Nasional Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Selasa (28/7).  Kunjungan tersebut untuk mengevaluasi capaian pemulihan pascabencana sekaligus menginventarisasi kendala di daerah agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Tim dipimpin Ketua Sat­gas Nasional Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, didampingi Kolonel Inf. Feksy Dimuri Angi, S.E., M.M., Kombes Pol. Dennie An­dreas Dharmawan, Pe­ne­laah Teknis Kebijakan BNPB Nurillah Utami, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Dimas Sigit Dewandaru, serta Bripda Adriel Angkin Arisakti.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat itu merupakan bagian dari supervisi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rombongan disambut Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Doddy San Ismail. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam mempercepat pe­mulihan daerah terdampak bencana.

Doddy menjelaskan, Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup luas akibat bencana alam. Sebanyak sembilan kecamatan mengalami kerusakan yang memerlukan penanganan serius, baik pada sektor infrastruktur maupun pemulihan kehidupan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus berupaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dukungan tim supervisi sangat kami harapkan agar berbagai program yang sedang berjalan dapat segera dituntaskan,” ujarnya.

Baca Juga  Fakhri Husaini Klarifikasi Makna Pamitannya

Ia mengungkapkan sa­lah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah kerusakan ruas jalan provinsi penghubung Pasaman Barat-Pasaman. Jalan tersebut telah di­perbai­ki pada 2024, tetapi kem­bali rusak akibat bencana pada 2025 sehingga hingga kini masih diguna­kan masyara­kat dalam kondisi darurat. “Kami berharap rehabilitasi dapat segera dilakukan agar akses transportasi ma­syara­kat kembali normal. Pemerintah Kabupaten Pa­saman Barat siap terus ber­ko­laborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mem­percepat proses pe­mu­li­han,­” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas Nasional Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Menurutnya, pemerintah pusat menggunakan 13 indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penanganan pascabencana di daerah. Berdasarkan evaluasi sementara, wilayah Sumatera, termasuk Pasaman Barat, menunjukkan progres yang relatif baik di­bandingkan sejumlah da­erah­ lain. “Alhamdulillah, wi­la­yah Sumatera men­jadi salah satu daerah dengan penanganan pascabencana yang relatif cepat. Pola penanganannya bahkan menjadi contoh bagi daerah lain. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah ber­sama seluruh pemang­ku kepentingan,” kata Yo­pie.

Baca Juga  Gilas Arsenal, PSG Tantang Inter Milan di Final

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah hambatan yang harus segera diselesaikan, mulai dari persoalan administrasi, regulasi, pendanaan, hingga koordinasi lintas instansi. “Kami datang bukan hanya melihat progres pekerjaan, tetapi juga mendengar langsung berbagai kendala di lapangan. Jika persoalan dapat diselesaikan di daerah, akan segera kami tindak lanjuti. Namun, jika memerlukan kebijakan pemerintah pusat, akan kami bawa ke forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar proses rehabilitasi tidak terhambat,” tegasnya.

Yopie menambahkan, berbagai persoalan di se­jum­lah daerah sebelumnya berhasil diselesaikan melalui koordinasi langsung an­tar­ instansi. Karena itu, ia menilai komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pemulihan pas­cab­en­cana. Dalam pertemuan itu, Tim Satgas Nasional juga mem­buka ruang diskusi bersama pemerintah daerah dan perangkat teknis untuk menghimpun berbagai masukan serta kendala pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Hasil pembaha­san tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dalam menyusun lang­kah percepatan penanganan pascabencana. (end)