BUKITTINGGI, METRO— Semangat persaudaraan dan solidaritas untuk rakyat Palestina mewarnai pelaksanaan Tabligh Akbar di Masjid Jami Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sabtu (3/10). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Qupro Indonesia dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia itu sekaligus menyambut kunjungan resmi Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari.
Tabligh Akbar tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Bukittinggi dan rakyat Palestina, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap perjuangan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan kehadiran Dubes Palestina bersama Bang Onim dan rombongan memiliki makna penting bagi masyarakat Bukittinggi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk menyatukan doa dan dukungan bagi rakyat Palestina.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap Palestina sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Bukittinggi Basamo untuk Palestina, untuk Kemanusiaan bukan sekadar tema, tetapi menggambarkan kepedulian masyarakat Bukittinggi terhadap kemanusiaan. Melalui Tabligh Akbar ini, kita menyatukan doa dan ikhtiar untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terwujudnya kedamaian, keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina,” ujar Ibnu Asis.
Ia menambahkan, Indonesia dan Palestina memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dan telah terjalin sejak lama. Karena itu, dukungan terhadap rakyat Palestina harus terus dirawat melalui doa, solidaritas, serta berbagai aksi kemanusiaan.
Ibnu Asis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Tabligh Akbar dapat terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkunjung ke Bukittinggi serta bertemu langsung dengan masyarakat.
Ia mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Kota Bukittinggi dan masyarakat. Menurutnya, Bukittinggi bukan hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Saya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Indonesia. Saya merasa berada di negeri sendiri dan di tengah masyarakat sendiri. Ketika bertemu dengan masyarakat Indonesia, saya merasa tidak sendirian. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh masyarakat atas sambutan, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada Palestina,” ujarnya.
Abdalfattah menyebut kondisi Palestina, terutama di Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds, masih membutuhkan perhatian serta dukungan masyarakat internasional. Ia berharap solidaritas masyarakat Indonesia terus terjaga, termasuk melalui doa bagi keselamatan dan masa depan rakyat Palestina.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan Palestina. Ia berharap suatu hari nanti dapat kembali bertemu dengan masyarakat Indonesia dalam suasana damai di Masjid Al-Aqsa, tempat suci yang memiliki makna penting bagi umat Islam.
“Doakan kami, insya Allah Allah mengijabah doa-doa kita. Mudah-mudahan pertemuan kita berikutnya ada di Masjidil Aqsa yang penuh berkah,” ujarnya.
Kegiatan Tabligh Akbar tersebut menjadi wujud dukungan moral masyarakat Bukittinggi terhadap rakyat Palestina. Melalui doa dan solidaritas kemanusiaan, masyarakat berharap perdamaian, keadilan, serta kemerdekaan dapat terwujud bagi rakyat Palestina. (pry)






