METRO PESISIR

Suhatri Bur: Basapa dengan Prokes Ketat

×

Suhatri Bur: Basapa dengan Prokes Ketat

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur memberikan arahan saat pimpin rapat basapa kemarin.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur, kemarin memimpin rapat terkait penyelenggaraan basapa di Kabupaten Padang­paria­man pada bulan Syafar 1443 H. Penyelenggaraan basapa tahun ini jatuh pada tanggal 22 September 2021 dimana masih diseleng­garakan pada masa pan­demi covid 19. “Oleh ka­renanya perlu persiapan yang lebih matang agar basapa tidak menjadi klas­ter baru dalam pengem­bangan covid-19 di Ka­bupaten Padangpariaman,” ujarnya.

Suhatri Bur menga­takan basapa merupakan ke­biasaan rutin yang dilak­sanakan setiap tahunnya juga menjadi tambahan ibadah setiap bulan syafar dimana para ziarah tidak hanya datang dari ma­sya­rakat dalam daerah saja namun juga dari luar Pa­dangpariaman hingga ke wilayah Sumatra bagian tengah. “Pandemi telah berlangsung selama 1,5 tahun oleh sebab itu ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pelak­sanaan basapa ini, me­ngingat saat ini covid-19 di Kabupaten Padang­pa­ria­man sudah melandai, jadi kita harus berhati-hati agar basapa tidak menjadi klas­ter baru dimana jamaah syatariah yang datang un­tuk melaksanakan ziarah Basapa bisa mencapai ratusan ribu, oleh kare­nanya diperlukan penga­manan juga penerapan protokol kesehatan secara ketat,” terang Bupati

Baca Juga  Cegah Penyakit Kaki Gajah, Diskes Bidik 55 Sekolah

Ia juga menambahkan banyak dari ulama besar yang meminta agar basapa tidak dilarang sama seperti tahun kemaren sehingga perlunya basapa dilak­sa­nakan pada masa pandemi juga namun tetap mene­rapkan protokol kesehatan secara ketat, oleh karena itu perlunya dukungan dari OPD terkait agar basapa tidak menjadi klaster baru.

Senada dengan itu pe­serta rapat yakninya bebe­rapa OPD terkait menu­yetujui jika basapa tetap dilaksanakan namun tetap dilaksanakan dengan mem­perhatikan protokol kesehatan secara ketat sehingga kasus covid-19 di Padangpariaman tidak ber­tambah. Seperti yang dika­takan oleh Perwakilan MUI basapa tidak dapat dilarang namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mendirikan posko covid di dekat makam di setiap pintu masuk.

Baca Juga  Genius Umar Mencoblos di TPS 002

Perwakilan Kakan Ke­me­nag juga menyebutkan berdasarkan pengalaman basapa tahun kemaren bahwasanya yang datang tidak hanya peziarah yang datang dari Kabupaten Pa­dangpariaman juga banyak berasal dari luar sehingga ditakutkan akan menambah kasus positif covid-19 di Kabupaten Padang­pa­ria­man perlu dipastikan yang bisa ikut hanya yang dekat dari Padangpariaman ba­sapa dapat dijadikan mo­men untuk mempercepat vaksin demi amannya pe­nyelenggaraan basapa ini juga dapat dilakukan pen­dekatan humanis dengan melibatkan ulama agar bersedia di vaksin se­hing­ga basapa tidak menjadi klaster baru.

Dalam penyelenggaran basapa ini juga diminta agar para peziarah yang berasal dari luar Padang­pariaman dapat mem­per­lihatkan sertifikat vaksin, dan bagi peziarah yang belum mempunyai sertifikat vaksin bisa langsung vak­sin di lokasi karena Dinas Kesehatan juga akan me­nyediakan posko vaksin dan rapid antigen, se­hing­ga ini perlu disosia­lisa­sikan sebelum basapa di­lak­sanakan.(efa)