METRO PESISIR

Momentum Adaptasi, SMP Negeri 1 Lubuk Alung Gelar MPLS

×

Momentum Adaptasi, SMP Negeri 1 Lubuk Alung Gelar MPLS

Sebarkan artikel ini
MPLS—SMP Negeri 1 Lubuk Alung saat menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027/

PDG.PARIAMAN, METRO— SMP Negeri 1 Lubuk Alung , kemarin, menggelar Masa Pengenalan Ling­kungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan konsep ramah anak, edu­katif, inklusif, dan menye­nangkan.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini menjadi langkah awal mem­­bentuk karakter peserta didik baru agar siap mengikuti proses pembelajaran di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Pelaksanaan MPLS me­ngacu pada Permendikbudristek nomor 12 tahun 2026 yang menekankan pentingnya terciptanya lingkungan belajar yang menghargai hak-hak anak, membangun karakter, serta mendorong tumbuhnya budaya sekolah yang positif.

Rangkaian kegiatan diawali melalui Pra-MPLS sekarang, saat ratusan calon peserta didik yang ma­sih mengenakan seragam sekolah dasar diperkenalkan dengan berbagai persiapan awal sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.

Pembukaan resmi MP­LS dilaksanakan sekarang melalui upacara bendera dan serah terima peserta didik baru. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padangpariaman, Hendri, S.Sos., yang dalam amanatnya menegaskan bahwa MPLS harus menjadi momentum adap­tasi yang menyenangkan, bukan menakutkan.

Turut hadir Plt. Kepala SMPN 1 Lubuk Alung Haf­ninurneli, S.Pd., Kons., Ketua Komite Dt. Rajo Magek Azinal beserta anggota, Ketua Pelaksana Fridy Su­feno, S.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Penanggung Jawab Kegiat an Muhammad Fahrezi, S.Pd.

Baca Juga  BRI Bangun Pendestrian dari CSR 

Usai upacara, peserta mengikuti pengenalan visi dan misi sekolah yang dipaparkan langsung oleh Hafninurneli. Pada kesempatan tersebut juga di­perkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama berada di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, Waka Ku­rikulum Emi Yanti, S.Pd. menyampaikan materi me­­ngenai kurikulum dan budaya belajar di SMPN 1 Lubuk Alung, sementara Muhammad Fahrezi memberikan pembekalan me­ngenai tata tertib sekolah sebagai pedoman kehidupan sehari-hari di lingku­ngan pendidikan.

Memasuki hari kedua, peserta dikenalkan dengan lingkungan fisik sekolah, sarana dan prasarana oleh Waka Sarpras Zona Fetriza, S.Pd. Mereka juga diajak mengenal berbagai kegiatan ekstrakurikuler melalui sesi yang dipandu Fridy Sufeno sebagai wa­dah pengembangan minat, bakat, kreativitas, dan ke­pemimpinan siswa.

Tidak hanya berfokus pada pengenalan lingku­ngan sekolah, MPLS tahun ini juga memberikan perhatian besar terhadap pem­­bentukan karakter dan kesiapan peserta didik meng­hadapi tantangan zaman.

Pada hari ketiga dan keempat, para siswa men­dapatkan berbagai materi penguatan karakter dan literasi digital. Materi pencegahan penyalahgunaan NAPZA disampaikan oleh Yulinda Andriani, S.Pd. sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini terhadap bahaya narkotika.

Baca Juga  Layani Para Lansia, Disabilitas dan Orang Sakit Disdukcapil Siap Jemput Bola

Selanjutnya, Rini Fitria, S.Pd., Kons. memberikan pembekalan Bimbingan Konseling dengan penekanan pada pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari praktik bullying.

Materi mengenai kea­daban digital disampaikan oleh Nining Purnama Dewi, S.Pd., yang mengajak peserta didik menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, Luciana Putri Masni, S.Pd.I. membahas bahaya judi online yang kini menjadi salah satu ancaman nyata bagi generasi muda.

Sebagai implementasi pendidikan karakter, seluruh peserta juga mengikuti kegiatan Operasi Semut, yakni aksi bersama menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bentuk pembiasaan budaya hidup bersih, peduli, dan bertanggung jawab.

Rangkaian MPLS ditutup pada Jumat (17/7) dalam suasana penuh semangat dan kegembiraan. Mengenakan pakaian olahraga, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan penutup yang diwarnai dengan penampilan bakat dari masing-masing siswa. Beragam pertunjukan seni dan kre­ativitas berhasil membangun rasa percaya diri se­kaligus mempererat kebersamaan antarsesama peserta didik baru. (efa)