LEGENDA sepak bola Inggris, Wayne Rooney melontarkan kritik terhadap suporter Arsenal yang mencemooh tim saat performa mereka mulai menurun dalam perebutan gelar Liga Inggris musim 2025/2026.
Arsenal kini berada dalam tekanan setelah pesaing terdekatnya, Manchester City, berhasil memangkas jarak menjadi tiga poin di puncak klasemen. Situasi ini terjadi usai kekalahan 1-2 yang dialami The Gunners, yang sekaligus menjadi kekalahan kedua beruntun di liga.
Di kalangan fans, kondisi seperti ini kerap disebut sebagai situasi ‘gajah jatuh dari pucuk’, yakni sebuah satir yang merujuk pada tim, dalam kasus ini Arsenal, yang tampil impresif memimpin klasemen Liga Inggris, namun akhirnya gagal juara di akhir musim.
Penurunan performa tersebut memicu reaksi negatif dari sebagian suporter. Cemoohan terdengar saat Arsenal kalah dari Bournemouth beberapa pekan lalu, dan atmosfer serupa kembali terasa di Stadion Emirates dalam laga penting lainnya.
Rooney menilai sikap tersebut justru bisa berdampak buruk bagi tim yang sedang berjuang mempertahankan posisi di puncak klasemen.
“Saya pikir para penggemar Arsenal perlu lebih baik. Saya melihat mereka mencemooh tim saat melawan Bournemouth. Klub telah bermain cemerlang sepanjang musim dan mereka mengalami sedikit penurunan performa,” ujar Rooney dalam sebuah acara.
Ia menegaskan bahwa dukungan suporter memiliki peran penting dalam menjaga mental dan performa pemain, terutama di fase krusial kompetisi.
“Mereka perlu memahami betapa pentingnya dukungan penuh bagi para pemain. Para pemain sudah bekerja keras untuk berada di posisi ini. Ketika Anda kalah dan dicemooh, itu bisa memengaruhi mereka,” lanjutnya.
Menurut Rooney, jika Arsenal ingin mengakhiri puasa gelar, peran suporter menjadi salah satu faktor penentu.
“Saya pikir agar Arsenal memenangkan liga, para penggemar perlu memainkan peran mereka,” tegasnya.
Tim asuhan Mikel Arteta sebelumnya sempat memimpin klasemen dalam waktu cukup lama musim ini. Namun, tren negatif belakangan membuat posisi mereka terancam.
Jika gagal meraih gelar, Arsenal berpotensi kembali finis di posisi kedua untuk keempat musim beruntun, sekaligus memperpanjang penantian trofi Liga Inggris sejak terakhir kali diraih pada 2004. (jpg)






