METRO PESISIR

Sempat Pamit Pergi ke Sawah, Nenek 72 Tahun Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Kebun

×

Sempat Pamit Pergi ke Sawah, Nenek 72 Tahun Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Kebun

Sebarkan artikel ini
NENEK MENINGGAL— Polisi bersama Tim Medis dari Puskesmas melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah nenek 72 tahun yang ditemukan tewas tergeletak di Korong Puncuang Anam Kampuang Guci, Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan VII Koto Patamuan.

PDG. PARIAMAN, METRO Warga Korong Puncuang Anam Kampuang Guci, Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan VII Koto Patamuan, Kabupaten Pa­dang­pariaman, digemparkan oleh penemuan seorang wanita lanjut usia (lansia) yang tergeletak tak bernyawa di sebuah kebun, Sabtu pagi (12/9).

Korban diketahui bernama Ramilis (72), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari tinggal di wilayah tersebut. Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dibantu warga ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, Iptu Edi Saputra, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula ketika korban meninggalkan kediamannya pada Jumat (11/9) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berangkat menuju sawah miliknya dengan maksud untuk melakukan aktivitas pemupukan tanaman.

“Namun hingga Jumat malam menjelang pukul 18.30 WIB, korban tak kunjung menampakkan diri kembali ke rumah. Khawatir dengan keselamatan korban yang belum pulang meski hari sudah gelap, pihak keluarga bersama war­ga sekitar dan para tetangga berinisiatif membentuk kelompok pencari untuk menyisir jalur yang biasa dilalui korban,” kata Iptu Edi, Minggu (13/9).

Baca Juga  Motivasi Tenaga Kesehatan dalam Vaksinasi

Iptu Edi menambahkan, upaya pencarian intensif yang dilakukan warga akhir­nya membuahkan hasil pada pukul 23.50 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas tanah di area kebun yang terletak di Korong Puncuang Anam Kampuang Guci.

“Guna memastikan kon­disi kesehatannya secara medis, pihak keluarga sempat melarikan jenazah ke RSUD Muslim Kasim. Namun, tim dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit menyatakan bahwa korban memang telah me­ngembuskan napas terakhirnya sebelum ditemukan,” jelas Iptu Edi.

Dikatakan Iptu Edi, je­na­zah kemudian dibawa kembali ke rumah duka untuk disemayamkan. Me­nindaklanjuti laporan warga, Pamapta Polres Pa­dang Pariaman bersama Tim Identifikasi dan personel piket langsung bergerak cepat mendatangi rumah duka pada Sabtu pagi pukul 10.35 WIB.

“Kami datang ke lokasi didampingi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Patamuan, yakni dr. Mutia Fransiska bersama Evi Herlina, Ns, guna melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban,” tutur Iptu Edi.

Baca Juga  Sambut Pemilu 2024, KPU Pessel Gelar Rapat Bersama Parpol

Menurut Iptu Edi, berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara di rumah duka, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh jenazah. Selain itu, tidak ditemukan pula indikasi luka yang diakibatkan oleh gigitan atau sengatan hewan berbisa.

“Meski demikian, kami tetap menawarkan langkah hukum lanjutan berupa autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, pihak keluarga dengan tegas menolak opsi tersebut. Keluarga menyatakan telah menerima kepergian korban dengan ikhlas dan bersedia menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi,” ungkap dia.

Rencana pemakaman korban dilangsungkan pada hari yang sama, Sabtu (12/9) sekitar pukul 13.00 WIB, di tempat pemakaman keluarga setempat di Korong Puncuang Anam Kampuang Guci. Hingga seluruh rangkaian prosesi penyerahan jenazah dan persiapan pemakaman selesai, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian tetap berada dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. (ozi)