BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi resmi memulai seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kota tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Sekretaris Daerah, Rismal Hadi, di GOR Bermawi, Senin (20/4).
Dalam sambutannya, Rismal Hadi menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan besar bagi pelajar. Pasalnya, Bukittinggi termasuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keistimewaan dalam pengibaran bendera pusaka.
“Paskibraka ini merupakan tugas yang membanggakan bagi pelajar Bukittinggi. Karena Bukittinggi mengibarkan bendera pusaka, yang hanya ada tiga di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Bukittinggi. Tidak semua pelajar bisa mendapatkan kesempatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi kini semakin ketat dan menyeluruh. Dalam tiga tahun terakhir, penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan baris-berbaris, tetapi juga mencakup karakter kebangsaan, kemampuan akademik, serta aspek lainnya.
“Seleksi dilaksanakan secara objektif. Dari 258 peserta yang lulus administrasi, akan dipilih 54 pelajar terbaik untuk menjadi Paskibraka Bukittinggi dan tiga pelajar untuk Paskibraka Provinsi Sumatera Barat. Kita lakukan objektif tanpa ada KKN, titipan dan apapun yang tidak pada tempatnya,” tegas Rismal.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mampu menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, menyebut bahwa seleksi Paskibraka merupakan bagian dari program nasional dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kepemimpinan.
“Melalui seleksi paskibraka, para generasi muda disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Sehingga, para peserta memiliki bekal dalam kedisiplinan, mental dan pengetahuan untuk menjadi kader pemimpin yang bisa membawa bangsa ini lebih maju lagi ke depannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sistem seleksi tahun ini juga mengalami perubahan karena menggunakan tahapan yang menyerupai proses seleksi kedinasan, sehingga peserta dapat mengenali sistem tersebut sejak dini.
Di sisi lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan bahwa tahapan seleksi telah dimulai sejak awal Maret 2026. Sosialisasi dilakukan pada 6 Maret dan diikuti seluruh SMA/sederajat se-Kota Bukittinggi.
Pendaftaran dibuka secara daring pada 1 hingga 14 April 2026. Dari total 332 akun yang mendaftar, sebanyak 258 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 110 putra dan 148 putri. Sementara 74 lainnya tidak memenuhi syarat, termasuk 38 peserta yang tidak mengunggah berkas sama sekali.
“Peserta mengikuti tahapan seleksi yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Intelegensia Umum pada 20 April 2026, tes kesehatan pada 21 April, seleksi parade pada 22 April, tes kemampuan baris-berbaris pada 23 April, serta tes kesamaptaan jasmani dan kepribadian atau wawancara pada 24 April 2026,” jelasnya. (jpg)






