METRO PESISIR

Sekjend KKP Serahkan Bantuan Ekskavator untuk Pelaku Usaha Perikanan

×

Sekjend KKP Serahkan Bantuan Ekskavator untuk Pelaku Usaha Perikanan

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO–Komitmen pemerintah dalam memescape pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeoro­logis di Sumatera Barat te­rus diwujudkan melalui langkah nyata.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T menyerahkan ber­bagai bantuan bagi ma­syarakat pelaku usaha pe­rikanan di Kabupaten Pa­dangpariaman. Dalam kun­jungan tersebut, Sekjen KKP didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padangpariaman Khairul Nizam beserta jajaran pemerintah daerah, camat, dan wali nagari setempat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan rehabilitasi kawasan perikanan yang terdampak banjir, Sekjen KKP secara simbolis menyerahkan sa­tu unit excavator yang akan dimanfaatkan untuk pemulihan kolam budidaya, jaringan irigasi, serta jalan produksi pembudi daya ikan.

Bantuan ini menjadi ba­gian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan yang dilaksanakan KKP bersama Pemerintah Provinsi Su­ma­tera Ba­rat dan pemerintah kabupaten/kota terdam­pak.

Selain itu, Sekjen KKP juga melakukan penebaran 15.000 ekor benih ikan mas serta menyerahkan 450 kilogram pakan ikan di Keramba Pondok Pesantren Madrasatul Ulum, Nagari Balah Aie Utara, yang sebelumnya mengalami ke­rusakan akibat bencana banjir. Bantuan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas budidaya ikan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Baca Juga  Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Sukseskan Hargnas ke XXX Tahun 2023

Dalam kesempatan itu, Sekjen KKP menegaskan bahwa rehabilitasi pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan e­konomi masyarakat. “Pe­mulihan kawasan tambak dan kolam harus mampu mengembalikan produktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan pascabencana. Karena itu, seluruh ta­ha­pan mulai dari perenca­naan, rehabilitasi, hingga dukungan operasional di­susun secara terpadu an­tara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar­nya.

Secara keseluruhan, KKP bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (P­RR) Sumatera Barat menargetkan operasionalisasi kembali 174 hektare dari total 217 hektare kolam budidaya ikan air tawar yang terdampak di Sumatera Barat hingga September 2026.

Baca Juga  Integrasi Layanan Primer, Posyandu Siap Kolaborasi dengan Semua Pihak

Khusus di Kabupaten Padangpariaman, seluruh 15,6 hektare kolam budidaya yang mengalami ke­rusakan ringan ditargetkan kembali beroperasi 100 persen pada September 2026. Upaya tersebut di­dukung melalui pemberian benih ikan, pakan, bantuan alat berat, serta dukungan operasional dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Padangpariaman me­nyam­but baik perhatian dan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat pem­budi daya ikan yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan usaha perikanan, meng­gerakkan kembali roda perekonomian ma­syarakat, serta meningkatkan produksi perikanan budidaya di daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupa­ten Padangpariaman menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kembali sektor perikanan yang tangguh, me­ningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudi daya ikan, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui implementasi visi Ekonomi Biru menuju Indonesia Emas. (efa)