AGAM/BUKITTINGGI

Rakor Lintas Wilayah Digelar, Solusi Pengalihan Air jadi Fokus Penanganan Banjir

×

Rakor Lintas Wilayah Digelar, Solusi Pengalihan Air jadi Fokus Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Pemprov Sumbar bersama Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam gelar rapat koordinasi tentang penanganan drainase terkait banjir yang terjadi selama ini di Kota Bukittinggi, Selasa (21/4).

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam menggelar rapat koordinasi (rakor) guna membahas penanganan sistem drainase sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap melanda Kota Bukittinggi. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Triarga, Selasa (21/4).

Dalam rakor itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menekankan pentingnya penanganan drainase yang dilakukan secara terintegrasi lintas wilayah. Menurutnya, kon­disi geografis yang mem­­buat aliran air saling ter­­hubung antara Bukit­ting­gi dan Kabupaten Agam menuntut adanya koordinasi yang kuat.

“Penanganan drainase perlu dilakukan secara terpadu antar lintas wilayah, mengingat aliran air yang saling terhubung antara Bukittinggi dan Agam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu solusi yang tengah dikaji adalah mengurangi debit air yang masuk ke wilayah Kota Bukittinggi, terutama dari kawasan Jambu Air. Air tersebut direncanakan dialihkan melalui jalur Bypass menuju Batang Tambuo.

“Opsi pembangunan saluran pengalihan ini men­jadi salah satu solusi, namun pelaksanaannya membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama perizinan dari Balai Jalan karena sebagian jalur berada di jalan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Dalam Meriahkan Bulan Kontrasepsi Sedunia, Puluhan Warga Ikuti Layanan KB di Kota Bukittinggi

Lebih lanjut, Rismal Hadi menambahkan se­jum­lah langkah yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya pengurusan izin penggunaan jalan nasional, penyiapan rekayasa lalu lintas selama proses pengerjaan yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan, serta peninjauan ulang desain teknis atau Detail Engineering Design (DED) agar sesuai dengan kondisi terkini.

“Kalau ini sudah kita sepakati, kita harus segera mengambil langkah kon­kret agar penanganan banjir dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Zefnihan, menegaskan bahwa penanganan banjir dalam jangka panjang harus dilakukan melalui pengelolaan air secara terpadu lintas daerah. Hal ini mencakup pengalihan aliran air serta pembangunan infrastruktur pengendali seperti ko­lam retensi dan sumur resapan di wilayah hulu.

Menurutnya, upaya ter­sebut membutuhkan dukungan data yang kuat serta sinergi antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Bina Marga, Cipta Ka­rya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga  Bupati Agam Lantik Jetson jadi Penjabat Sekda

“Kita optimis dengan kolaborasi yang kuat dan perencanaan yang matang, penanganan banjir ini dapat kita selesaikan secara bertahap, sejalan dengan visi menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang semakin maju dan mendunia,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai, Balai Pelaksanaan Ja­lan Nasional (BPJN), Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA BK), serta Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Pro­vinsi Sumatera Barat, bersama unsur Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam.

Melalui rakor tersebut, diharapkan lahir langkah konkret dan terukur dalam mengurangi risiko banjir, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan drainase di Kota Bukittinggi. (pry)