METRO SUMBAR

Rakor Kepala Daerah, Bupati Welly Tegaskan Komitmen Pasaman Dukung Percepatan Sertifikasi Halal

×

Rakor Kepala Daerah, Bupati Welly Tegaskan Komitmen Pasaman Dukung Percepatan Sertifikasi Halal

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Bupati Pasaman Welly Suhery usai kegiatan foto berasma Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Daerah se-Sumatera Barat.

PADANG, METRO–Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem halal di Sumatera Barat. Komitmen tersebut disampaikan Welly usai menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Da­erah se-Sumatera Barat bertema Komitmen Kepala Daerah dalam Mendu­kung Percepatan Sertifikasi Halal dan Pembangunan Ekosistem Halal di Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (4/8).

“Pemerintah Kabupaten Pasaman siap mendukung percepatan sertifikasi halal. Ini bukan hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi langkah strategis meningkatkan daya saing UMKM, memberikan perlindungan kepada konsumen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pro­duk-produk unggulan Pasaman,” ujar bupati Welly.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar target sertifikasi halal dapat tercapai sebelum pemberlakuan wajib sertifikasi halal pada 17 Oktober 2026. “Kami akan mendorong pendampingan kepada UMKM agar semakin banyak pro­duk Pasaman yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Baca Juga  Tinjau Penyebab Kematian, PS2H Dasar Pembangunan Kesehatan

Dalam rakor tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah me­nga­jak seluruh bupati dan wali kota mempercepat sertifikasi halal menjelang pemberlakuan wajib sertifikasi halal pada 17 Oktober 2026. Menurut Mahyeldi, langkah tersebut menjadi kunci memperkuat daya saing daerah, me­ning­­katkan kapasitas UMKM, sekaligus mewujudkan Sumatera Barat seba­gai pusat ekosistem halal nasional. Rakor me­ng­hadirkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Ahmad Haikal Hasan sebagai keynote speaker.

Mahyeldi menegaskan, sertifikasi halal tidak lagi di­pandang semata seba­gai kewajiban menjalankan syariat Islam, tetapi telah menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi, melindungi konsumen, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi produk lokal di tingkat nasional maupun global.

“Halal bukan lagi sekadar kewajiban menjalankan syariat Islam. Halal telah menjadi instrumen pen­ting untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perlindungan konsumen, memperluas ak­ses pasar, sekaligus men­­dorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, Sumatera Barat memiliki modal sosial yang kuat karena nilai-nilai halal telah menyatu dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kita­bullah (ABS-SBK). Komitmen pengembangan sektor halal juga telah masuk dalam RPJMD provinsi maupun kabupaten/kota serta diper­kuat melalui Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.

Baca Juga  Persaudaraan Lintas Daerah, Ultah Bupati Tanah Datar dapat Kejutan dari Pemko Padang Panjang

Hingga saat ini, sebanyak 72.385 pelaku usaha di Sumatera Barat telah mengikuti program sertifikasi halal. Dari jumlah tersebut telah diterbitkan 110.114 sertifikat halal yang mencakup 246.332 produk.

Mahyeldi menegaskan, ke depan target pemerintah bukan hanya menambah jumlah sertifikat halal, tetapi membangun ekosistem halal yang terintegrasi melalui pengembangan industri halal, kawasan wisata halal, pusat kuliner halal, laboratorium halal, Halal Center, hingga penguatan rantai pasok halal berbasis UMKM.

Sementara itu, Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan mengatakan industri halal telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi dunia. Menurutnya, Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia masih berada di peringkat kedelapan industri halal global sehingga percepatan sertifikasi halal menjadi langkah penting meningkatkan daya saing UMKM Indonesia. (ped/rel)