PERTANDINGAN leg pertama semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen menghadirkan drama luar biasa. Bermain di Parc des Princes, Rabu (29/4) dini hari WIB, laga berakhir dengan skor mencengangkan 5-4 untuk kemenangan PSG.
Sejak menit awal, kedua tim langsung tampil agresif tanpa kompromi. Tempo tinggi membuat pertandingan berjalan terbuka, dengan serangan silih berganti seolah kedua tim ingin menuntaskan segalanya di leg pertama.
Bayern Munchen lebih dulu membuka keunggulan melalui penalti Harry Kane pada menit ke-17, setelah pelanggaran di kotak terlarang. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena PSG merespons cepat.
Khvicha Kvaratskhelia menjadi motor kebangkitan tuan rumah dengan gol penyeimbang pada menit ke-24. PSG kemudian berbalik unggul lewat gol Joao Neves pada menit ke-35.
Bayern kembali menyamakan kedudukan melalui Michael Olise pada menit ke-41. Namun, drama babak pertama belum berakhir setelah Ousmane Dembele mencetak gol dari titik penalti pada masa injury time (45+5), membawa PSG unggul 3-2 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Luis Enrique tampil semakin menggila. Kvaratskhelia mencetak gol keduanya pada menit ke-56, disusul gol kedua Dembele hanya tiga menit berselang, membuat PSG menjauh dengan skor 5-2.
Meski tertinggal tiga gol, Bayern menunjukkan mental juara. Bek tengah Dayot Upamecano memperkecil ketertinggalan pada menit ke-65 lewat sundulan. Tak lama kemudian, Luis Diaz mencetak gol keempat Bayern, mengubah skor menjadi 5-4.
Sisa pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. PSG berupaya mempertahankan keunggulan, sementara Bayern terus menekan untuk mencari gol penyeimbang. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah.
Hasil ini menjadi modal penting bagi PSG jelang leg kedua, meski keunggulan satu gol masih sangat rawan. Bayern Munchen akan gantian bermain di kandang sendiri pada 7 Mei mendatang, dengan peluang yang tetap terbuka lebar.
Laga ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Total sembilan gol yang tercipta menjadikannya salah satu semifinal paling produktif sepanjang sejarah Liga Champions.
“Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions! PSG dan FC Bayern München mencatat sejarah dalam pertandingan yang luar biasa,” menjadi gambaran yang tepat atas duel penuh drama tersebut.
Pakar sepak bola Christoph Kramer bahkan mengaku takjub dengan jalannya pertandingan.
“Saya benar-benar belum pernah melihat pertandingan seperti ini seumur hidup saya. Dengan begitu banyak ruang terbuka hingga akhir, skornya bisa saja berakhir 9-9,” ujarnya.
Dengan agregat yang masih sangat ketat, leg kedua diprediksi kembali menghadirkan laga spektakuler. Pemenang dari duel ini akan melaju ke final menghadapi salah satu dari Arsenal atau Atletico Madrid. (*/rom)






