Balam – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus mengedepankan keterbukaan informasi dalam setiap pelaksanaan proyek strategis ketenagalistrikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi rencana pembangunan Gardu Induk (GI) Converter 150/115 kV Balam yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang transparan sekaligus memperkuat dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi forum dialog antara PLN dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemilik lahan, serta unsur terkait lainnya untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai tujuan, manfaat, tahapan pelaksanaan, hingga dampak positif pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam terhadap keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Assistant Manager Pertanahan dan Right of Way (ROW) PLN UIP Sumbagteng, Erik Winada, yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam merupakan salah satu proyek strategis yang dirancang untuk memperkuat sistem penyaluran tenaga listrik. Keberadaan gardu induk tersebut akan meningkatkan fleksibilitas operasi jaringan sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik bagi masyarakat maupun sektor industri.
Menurut Erik, keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh terbangunnya komunikasi yang baik antara PLN dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai rencana pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam, mulai dari tujuan pembangunan, proses pelaksanaan hingga manfaat jangka panjang yang akan dirasakan bersama. PLN juga membuka ruang dialog agar setiap masukan dan aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Erik.
Ia menambahkan, pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam merupakan bagian dari langkah PLN dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi, investasi, serta pertumbuhan kawasan permukiman di wilayah Riau dan sekitarnya. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan melalui sistem yang lebih andal, stabil, dan efisien.
Selain menjadi sarana penyampaian informasi, kegiatan sosialisasi juga menjadi wadah untuk membangun kesamaan persepsi antara PLN dengan masyarakat mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur kelistrikan sebagai penunjang pembangunan daerah. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan proyek, proses pengadaan lahan sesuai ketentuan yang berlaku, aspek keselamatan, serta komitmen PLN dalam menjalankan proyek dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi.
PLN menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat. Pendekatan partisipatif melalui komunikasi yang intensif diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi kelancaran pembangunan proyek.
Melalui pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam, PLN menargetkan terciptanya sistem kelistrikan yang semakin kokoh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta memperluas keandalan pasokan listrik bagi berbagai sektor strategis. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan sistem ketenagalistrikan yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat di masa mendatang.
PLN UIP Sumbagteng berharap sinergi yang telah terjalin dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga pembangunan GI Converter 150/115 kV Balam dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan di wilayah Sumatera Bagian Tengah.(*)






