SOLOK, METRO–Sebanyak 120.000 benih ikan, serta coolbox dan pakan ikan disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok.
Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Enggar Saptopo, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia menegaskan komitmen KKP untuk terus mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan di Kabupaten Solok.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan siap segera mempercepat pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, khususnya di Kabupaten Solok,” ujarnya.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengingatkan bahwa Koto Sani pernah menjadi salah satu sentra penghasil ikan terbesar di Sumatera Barat. Namun, bencana hidrometeorologi menyebabkan kawasan budidaya mengalami kerusakan akibat luapan sungai dan endapan sedimen yang merusak kolam-kolam masyarakat.
Dia mengajak masyarakat tetap bersabar karena pemerintah terus melaksanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditargetkan tuntas hingga tahun 2028, dengan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. “Semuanya masih banyak rehab rekon yang harus kita selesaikan. Bapak Presiden memang menargetkan sampai tahun 2028 harus benar-benar selesai semuanya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Nagari Koto Sani menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat pemulihan masyarakat, sekaligus mengusulkan bantuan indukan ikan serta perbaikan irigasi dan kolam budidaya yang rusak akibat bencana. “Mudah-mudahan dengan kunjungan ini dan bantuan dari pemerintah, masyarakat kami kembali pulih dan menjadi obat dari luka yang kami tanggung selama ini,” ungkapnya. (vko)






