Oleh: Intan Chindri Ayu, S.Pd
Saat ini media sosial sangat menguntungkan. Digunakan banyak orang, dari anak-anak hingga orang tua. Media sosial yang berkembang saat ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang, termasuk mempengaruhi karaktek.
Berbagai macam jenis aplikasi media sosial yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Diantara media sosial yang berkembang adalah Instagram, Facebook, TikTok, Youtube, Whatsap dan lainnya. Media tersebut digunakan sehari-hari oleh hampir semua orang.
Dalam kemajuan zaman sekarang, seseorang dapat memanfaat media sosial untuk hal postif, tetapi juga memiliki peluang untuk hal-hal negatif. Media sosial seakan menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat digunakan untuk mencari informasi, menjadi komunikasi, termasuk untuk kebutuhan usaha. Dalam aplikasi media sosial yang dapat dilihat saat ini, salah satunya TikTok, sangat banyak informasi yang didapatkan, mulai dari gaya belajar sampai dijadikan tempat untuk belanja.
Dari dampak negatif, media sosial juga dijadikan tempat untuk membagikan kabar bohong, menjatuhkan atau melakukan pembunuhan karakter pada seseorang atau sekelompok orang melalui berbagai konten yang tersebarkannya.
Menyikapi kondisi media sosial, sebagai pengguna media sosial haruslah cermat dalam menghadapi berbagai informasi serta menyikapi informasi yang berkembang. Jangan jadikan media sosial sebagai simbol kebebasan dalam berkomunikasi, sebab sekali posting informasi di media sosial akan berdampak terhadap si penulis atau pengirimnya serta orang lain. Buntut dari kesalahan atau tidak benarnya menggunakan media sosial bisa bermuara kepada persoalan hukum lantaran sudah ada aturan hukum yang mengaturnya.
Harus diakui, saat ini banyak nilai dan norma sosial yang sudah terkikis akibat banyaknya orang yang sudah memilih bersosialisasi melalui media sosial, sehingga hubungan jarak yang selama ini sudah dekat bisa menjadi jauh. Jarak yang jauh bisa menjadi dekat. Intensitas tatap muka mulai menurun karena lebih cenderung terhubung dengan internet. Kondisi ini bisa memicu konflik, bisa juga mengganggu privasi.
Bagi orang tua, menjadi sebuah tantangan dalam menyikapi penggunaan internet dan media sosial oleh anak-anak mereka. Tak sedikit remaja justru menjadi malas, banyak juga yang tidak bersosialisasi dengan lingkungan, sehingga berpotensi menjadi pribadi yang anti sosial.
Terhadap persoalan tersebut, sebaiknya pengguna media sosial menghindari pemakaian dalam waktu yang lama, jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif. Jadilah pengguna media sosial yang bijak. Jangan sampai terpecah dengan perkembangan berbagai isu yang berkembang di media sosial, tetapi alangkah bijaknya jika dijadikan untuk pijakan aktivitas positif. (***)
*Penulis adalah guru SMAN 6 Pariaman






