AGAM/BUKITTINGGI

Pengajian Rutin Pemkab Agam, Perkuat Iman dan Semangat Berbagi

×

Pengajian Rutin Pemkab Agam, Perkuat Iman dan Semangat Berbagi

Sebarkan artikel ini
TAUSIAH— Bupati Beni Warlis memberikan tausiah dalam pengajian rutin mingguan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (11/5).

AGAM, METRO–Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa berbagi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud kasih sayang antar sesama. Ia menilai, keikhlasan dalam berbagi tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi penerima, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta keberkahan bagi yang memberi.

Hal tersebut disampaikan saat ia memberikan tausiah dalam pengajian rutin mingguan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (11/5).

Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah, sebelum akhir­nya diisi tausiah agama oleh Bupati Agam.

Baca Juga  Anggota DPRD Agam Apresiasi Tim Penanganan Covid-19

Sebelum tausiah utama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, terlebih dahulu menyampaikan kultum singkat bertema “Indahnya Berbagi”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

Memperdalam tema tersebut, Bupati Benni Warlis menekankan bahwa makna berbagi tidak selalu berkaitan dengan materi semata. Menurutnya, berbagi juga dapat diwujudkan melalui perhatian, tenaga, waktu, hingga kepedulian terhadap sesama.

“Berbagi adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang di­berikan. Dengan berbagi, kita mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kasih sayang di tengah masyarakat,” ujar­nya.

Baca Juga  Bupati Agam Dilantik Sebagai Kamabicab, Pramuka Diharapkan jadi Agen Perubahan Menuju Nagari Madani

Ia berharap, nilai-nilai yang diperoleh dari pengajian rutin tersebut tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun ma­syarakat luas.

Menurutnya, pengajian rutin menjadi salah satu sarana penting dalam mem­perkuat keimanan se­kaligus membangun kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan tercipta aparatur yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang tinggi dalam melayani masya­ra­kat. (pry)