BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi mengikuti Sosialisasi Layanan Nomor Darurat 112 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di BCC Bukittinggi, Jumat (22/5).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi layanan Nomor Panggilan Darurat 112 dari Kementerian Komunikasi dan Digital guna memperkuat sistem pelayanan kedaruratan di Kota Bukittinggi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait mekanisme layanan 112 sekaligus memperkuat koordinasi antar perangkat daerah dan instansi terkait.
“Melalui kegiatan ini, kita juga ingin menyamakan persepsi mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah dalam penanganan laporan kedaruratan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah menunjuk Bukittinggi sebagai salah satu daerah penerapan program call center 112 di Indonesia.
“Masyarakat tentu menuntut pelayanan paripurna dari pemerintah. Salah satu jalan adalah dengan program call center 112. Untuk itu, kami dari Pemko Bukittinggi mengucapkan terima kasih atas dukungan Komdigi yang memilih Bukittinggi sebagai salah satu daerah yang dapat menerapkan call center 112,” ungkapnya.
Rismal menjelaskan, layanan call center 112 nantinya akan melibatkan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, DP3APPKB, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, RSUD serta tiga kecamatan di Kota Bukittinggi.
Menurutnya, persiapan layanan tersebut dilakukan secara matang agar mampu menjadi sarana komunikasi cepat, tepat dan akurat antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya dalam penanganan kondisi darurat.
“Kita persiapkan call center 112 ini dengan matang. Karena program ini merupakan penguat komunikasi dengan masyarakat agar cepat tepat dan akurat. Bagaimana memfollow up setiap informasi, terutama informasi darurat dari masyarakat. Kita rencanakan layanan darurat atau call center 112 untuk Bukittinggi akan kita luncurkan pada peringatan 100 tahun Jam Gadang bulan depan,” tegasnya.
Perwakilan Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi, Agung mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menghadirkan layanan darurat tersebut.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) di masing-masing OPD serta sumber daya manusia yang akan mengelola layanan tersebut.
“Intinya ini koordinasi. Kami harapkan 112 ini bisa terintegrasi dengan baik. Tentu sarana prasarananya diharapkan tersedia dengan maksimal. Kami juga akan bantu dan dukung ini,” katanya.
Layanan darurat 112 sendiri merupakan standar internasional serupa layanan 911 yang mudah diingat, bebas biaya dan dapat diakses di seluruh Indonesia.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai kondisi darurat hanya dengan menghubungi nomor 112, sehingga penanganan oleh instansi terkait dapat dilakukan lebih cepat dan risiko bencana maupun keadaan darurat lainnya dapat diminimalkan.
“Hingga April 2026, sudah 201 kabupaten kota di Indonesia yang sudah implementasikan layanan 112. Nanti jika Bukittinggi sudah launching ini, maka jika ada masyarakat Bukittinggi tekan nomor ini, langsung terhubung juga dengan layanan di Bukittinggi,” jelasnya.
Komdigi juga berharap layanan 112 di Bukittinggi nantinya dapat terintegrasi dengan pihak kepolisian dan TNI agar seluruh unsur dapat bergerak bersama dalam menangani kondisi darurat yang terjadi di tengah masyarakat. (pry)






