AGAM/BUKITTINGGI

Akses Maninjau–Sungaibatang Masih Darurat, Pembangunan Jembatan Tumayo Dimulai Juni 2026

×

Akses Maninjau–Sungaibatang Masih Darurat, Pembangunan Jembatan Tumayo Dimulai Juni 2026

Sebarkan artikel ini
TINJAU— Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meninjau sejumlah titik kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Jumat (22/5).

AGAM, METRO–Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meninjau sejumlah titik kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Jumat (22/5).

Dalam kunjungan tersebut, pembangunan Jembatan Tumayo yang menghubungkan kawasan Maninjau dengan Nagari Sungaibatang dipastikan segera dimulai pada Juni 2026 mendatang.

Jembatan itu direncanakan dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Kepastian tersebut disampaikan saat rombongan Satgas PRR mela­kukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan yang rusak akibat banjir bandang.

Saat ini, akses penghubung di Batang Tumayo masih sangat terbatas setelah jembatan lama hanyut diterjang arus banjir. Masyarakat setempat sementara memanfaatkan jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa untuk menyeberang dari Maninjau menuju Nagari Sungaibatang maupun sebaliknya.

Baca Juga  Keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Puji Program Keagamaan Islam di Agam

Rombongan Satgas PRR dipimpin Yopie Sapang bersama Dennis Andreas, Feksi serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga pusat.

Turut hadir dalam rombongan perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Sosial.

Kegiatan diawali dengan salat Jumat di Masjid Nurul Huda Kotokaciak sebelum rom­bo­ngan bergerak menuju se­jum­lah lokasi terdampak bencana.

Beberapa titik yang ditinjau di antaranya Jembatan Boleh di Kampung Jambu Nagari Bayua, Jembatan Aramco di Sei Ra­ngeh Nagari Bayua hingga lokasi Jembatan Tumayo di Nagari Sungaibatang.

Baca Juga  ASN Teladan Masyarakat Taat Bayar Pajak

Selain kerusakan infrastruktur jembatan, masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terhadap meluapnya aliran Batang Tumayo saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah pusat tidak hanya membangun kembali jembatan yang rusak, tetapi juga membangun sabo dam untuk menahan material serta debit air agar tidak masuk ke kawasan permukiman.

Kondisi tersebut dinilai sangat penting karena luapan Batang Tumayo kerap mengancam permukiman warga di Jorong Kubu, Nagari Sungaibatang, terutama saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungraya, Loren Efendi me­nyampaikan bahwa seluruh rang­kaian kegiatan peninjauan ber­langsung aman dan lancar hing­ga rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi. (pry)