PDG.PARIAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mengintensifkan upaya pemulihan pasca bencana alam, khususnya pada sektor pariwisata yang terdampak cukup signifikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui gotong royong massal di kawasan Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU) Pantai Tiram, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi 23 Desember 2025 terkait rencana aksi bersih DTWU Pantai Tiram sekaligus percepatan pemulihan sektor pariwisata pasca bencana. Goro bersama yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padangpariaman.
Goro massal diawali dengan apel persiapan yang dipimpin langsung oleh Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis . Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi dan kepedulian seluruh elemen daerah dalam gerakan kolektif tersebut.
Bupati menegaskan, Pantai Tiram sebagai salah satu destinasi wisata unggulan harus segera ditata kembali agar mampu bangkit dan kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.
“Akhir-akhir ini, akibat banjir dan longsor, kawasan Pantai Tiram dipenuhi kayu-kayu kecil dan material sisa bencana. Hari ini kita gotong royong membersihkannya. Mudah-mudahan Pantai Tiram kembali bersih dan selanjutnya bisa kita bangun untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Padangpariaman,” ungkapnya.
Menurut JKA, pemulihan destinasi wisata tidak hanya berdampak pada citra daerah, tetapi juga menjadi kunci menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Padangpariaman, Anton Wira Tanjung, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan terpadu sektor pariwisata pasca bencana. “Goro ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi langkah awal penataan kembali kawasan Pantai Tiram agar lebih layak, aman, dan menarik bagi wisatawan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan berkelanjutan,” tambah Anton. (efa)






