AGAM/BUKITTINGGI

Panen Raya Program SPM Hasilkan 10,24 Ton per Hektare, Jadi Contoh Ketahanan Pangan Daerah

×

Panen Raya Program SPM Hasilkan 10,24 Ton per Hektare, Jadi Contoh Ketahanan Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
PANEN RAYA SPM— Bupati Agam diwakili Asisten III Setda Agam, Syatria, menghadiri Panen Raya Sawah Pokok Murah (SPM) di Tabek Salapan, Jorong Koto Baru, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Senin (27/10).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat upaya ketahanan pangan melalui program Sawah Pokok Murah (SPM). Senin (27/10), Asisten III Setda Agam, Syatria, mewakili Bupati Agam menghadiri kegiatan Panen Raya SPM di Tabek Salapan, Jorong Koto Baru, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Arief Restu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Handria Asmi, serta perwakilan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumbar, Yopi Pratama.

Dalam laporannya, Walinagari Koto Tuo, Irvan Darwin, menyampaikan bahwa program SPM di nagari tersebut dilaksanakan di lahan seluas 1/8 hektare dengan hasil panen mencapai 32 karung padi. Berdasarkan hasil ubinan, varietas padi Kuriak Ku­suik yang digunakan da­lam program SPM menghasilkan 10,24 ton per hektare, jauh lebih tinggi di­bandingkan sistem konvensional yang hanya 6,8 ton per hektare.

“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) untuk mengelola kegiatan pertanian ini secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga proses tanam,” ujar Irvan.

Baca Juga  308 Warga Rentan di Agam Terima Bantuan ATENSI dari Kemensos

Ia menambahkan, melalui kerja sama tersebut, pihaknya juga akan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok ma­sya­rakat seperti beras dan minyak, sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan di ting­kat nagari.

Sementara itu, Asisten III Setda Agam, Syatria, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program SPM di Tabek Salapan. Menurutnya, capaian ter­sebut menunjukkan bukti nyata bahwa pola pertanian terpadu dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan.

“Kita bisa melihat keunggulan nyata dari program SPM ini. Pemerintah Kabupaten Agam berha­rap keberhasilan di Tabek Salapan menjadi contoh bagi jorong dan nagari lainnya di Kecamatan IV Koto, bahkan di seluruh wilayah Kabupaten Agam,” ung­kap Syatria.

Ia menambahkan, program SPM juga selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. Hasil produksi dari program ini diharapkan dapat menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak dan mendorong perputaran eko­nomi yang menyejahterakan petani.

Baca Juga  Tangis Haru Sambut Jamaah Haji Bukittinggi, 252 Jamaah Tiba dengan Selamat, 1 Wafat di Madinah

Usai panen raya, Syatria bersama Kepala Dinas Pertanian Arief Restu dan Kepala Dinas PMN Handria Asmi turut mairiak dan menampi padi bersama masyarakat, sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi atas kerja keras para petani.

Sementara itu, perwa­kilan Wakil Gubernur Sumbar, Yopi Pratama, me­nyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program SPM di Kabupaten Agam.

“Program ini sangat membantu petani meng­hadapi tantangan musim kemarau yang berkepanjangan. SPM juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan, peme­rataan ekonomi, dan pe­ngentasan kemiskinan,” ujarnya.

Yopi berharap, pelaksanaan program SPM di Kabupaten Agam dapat terus diperluas agar memberi kontribusi nyata bagi penurunan angka kemiskinan dan terwujudnya ma­syarakat Agam yang maju dan sejahtera. (pry)