BERITA UTAMA

Nagari Sungai Batang kembali Diterjang Banjir Bandang, 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak

×

Nagari Sungai Batang kembali Diterjang Banjir Bandang, 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak

Sebarkan artikel ini
BANJIR BANDANG— Bencana banjir bandang menerjang Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, hingga membuat ratusan warga diungsikan.

AGAM,METROHujan intensitas ting­gi yang melanda Keca­matan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Sabtu malam, (18/6), mengakibatkan Nagari Su­ngai Batang diterjang be­ncana banjir ban­da­ng. Akibatnya, 450 war­ga terpaksa mengungsi dan 60 orang sempat terjebak di rumahnya.

Kepala Bidang Keda­ru­ra­tan dan Logistik BPBD Agam Abdul Gha­fur mengatakan, banjir bandang yang menerjang Nagari Sungai Batang be­rasal dari luapan sungai yang membawa lumpur bercampur batu.

“Setelah mendapat laporan adanya bencana itu, kami langsung bergerak bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terjebak banjir,” kata Abdul Ghafur, Minggu (19/7).

Dijelaskan Abdul Gha­fur, ada 450 warga mengungsi tersebar di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang sebanyak 200 warga setelah 50 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian 70 Cm. Warga terjebak akibat derasnya aliran air sebanyak 20 kepala keluarga dengan 60 jiwa.

“Seluruh warga yang terancam akibat banjir ban­dang ini sudah melakukan evakuasi secara man­diri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Ba­sar­nas, PMI, Polri, TNI dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Menantu Wawako Ditangkap Polisi Pakai Sabu Bersama Sopir Mertua

Ditambahkan Abdul Gha­fur, di Jorong Labuah sebanyak 250 warga mengungsi setelah 20 unit rumah terendam dengan ke­tinggian sekitar 70 Cm. Banjir menggenangi dua jorong itu setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Sabtu sore hingga malam.

“Sungai Batang Tuma­yo meluap dan mengge­nangi rumah warga sekitar sungai itu. Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai terjadi pendangkalan pasca banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025. Dipastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini dan banjir sudah mulai menyusut, sehingga sebagian warga sudah mu­lai kembali ke rumahnya,” tutur dia.

Sementara itu,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan banjir dipicu hujan deras. Banjir bandang terjadi pada Sabtu (18/7), sekitar pukul 19.45 WIB. Banjir berangsur surut pada Minggu dinihari.

“Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam, kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebenca­naan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.

Banjir bandang di Agam itu terjadi saat Indonesia berada di musim kemarau. Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo hingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga. Dalam video yang dikirimkan BNPB, tampak air berwarna cokelat mengalir deras di depan rumah warga. Aliran air juga masuk ke rumah warga.

Baca Juga  Sehari, 789 Warga Sumbar Positif Covid-19 Sembuh

Abdul Muhari mengatakan 90 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir ini. Warga yang sempat mengungsi kembali ke rumahnya ketika air sudah surut.

“Ketika kejadian, sebanyak 450 warga mengungsi sementara waktu. Menjelang dini hari banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Muhari mengimbau war­­ga untuk tetap waspada dengan kemungkinan bencana. Warga juga diimbau untuk memantau pem­­baruan informasi dari sum­ber resmi.

“BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga te­tap waspada terhadap ke­mu­ng­kinan bencana geo­logi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pem­baruan informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD dan BMKG,” ucap dia. (pry)