PENYERANG andalan Liverpool FC, Mohamed Salah, resmi mengumumkan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025/2026. Kepastian itu disampaikan setelah sang pemain dan manajemen klub sepakat tidak memperpanjang kontrak yang telah terjalin selama sembilan tahun.
Dikutip dari laman resmi klub, Rabu (25/3), keputusan tersebut diambil secara profesional dan terbuka. Salah juga menyampaikan pengumuman langsung kepada para pendukung sebagai bentuk penghormatan atas dukungan yang ia terima selama membela The Reds.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @mosalah, Selasa (24/3) malam waktu setempat, bintang asal Mesir itu menyampaikan pesan emosional tentang perjalanannya bersama Liverpool.
“Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya,” ungkap Salah.
“Liverpool bukan hanya klub sepak bola, ini adalah gairah, ini adalah sejarah, ini adalah semangat. Saya tidak bisa menjelaskannya kepada siapa pun yang bukan bagian dari klub ini,” lanjutnya.
Salah menegaskan dirinya masih fokus memberikan hasil terbaik hingga akhir musim. Ia menilai momen perpisahan dan perayaan warisan kariernya akan datang pada waktu yang tepat saat mengucapkan salam terakhir di Anfield.
Pemain berusia 33 tahun tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub. Ia menyebut rekan setim, staf, dan suporter sebagai bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Perpisahan memang tidak pernah mudah. Kalian telah memberikan waktu terbaik dalam hidupku. Aku akan selalu menjadi bagian dari kalian,” ujarnya.
“Klub ini akan selalu menjadi rumahku, bagiku dan keluargaku. Terima kasih untuk semuanya. Karena kalian semua, aku tidak akan pernah berjalan sendirian,” tutup Salah.
Sejak didatangkan dari AS Roma pada musim panas 2017, Salah menjelma menjadi ikon baru Liverpool. Ia mencatat lebih dari 430 penampilan di berbagai kompetisi dengan torehan lebih dari 250 gol, menempatkannya di jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
Kontribusinya berbanding lurus dengan prestasi tim. Salah berperan besar dalam menghadirkan berbagai gelar bergengsi, termasuk dua trofi Premier League dan satu gelar UEFA Champions League.
Ia juga menjadi sosok kunci saat Liverpool menjuarai Liga Champions musim 2018/2019, bahkan mencetak gol di partai final menghadapi Tottenham Hotspur. Pada musim 2019/2020, Salah ikut mengakhiri penantian panjang Liverpool yang puasa gelar liga selama hampir tiga dekade.
Meski akan berpisah, peluang menambah trofi masih terbuka. Liverpool saat ini masih bersaing di sejumlah ajang dan berpeluang menutup era Salah dengan prestasi tambahan.
Keputusan hengkangnya Salah langsung memicu spekulasi soal destinasi berikutnya. Sejumlah klub dari Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat disebut tertarik mendapatkan tanda tangannya.
Liga Pro Arab Saudi menjadi salah satu opsi terkuat. Popularitas Salah di kawasan Timur Tengah serta tawaran kontrak bernilai fantastis dinilai menjadi faktor utama yang sulit diabaikan.
Selain itu, peluang bertahan di kompetisi elite Eropa juga tetap terbuka. Pengalaman dan kualitasnya dinilai masih mampu memberi dampak instan bagi klub papan atas.
Opsi emosional juga mencuat dengan kemungkinan kembali ke AS Roma, klub yang menjadi pijakan penting karier Eropa Salah sebelum hijrah ke Liverpool.
Hingga kini, masa depan sang “Raja Mesir” masih menjadi tanda tanya. Namun yang pasti, kepergian Salah menandai akhir era emas sekaligus babak baru perjalanan salah satu ikon terbesar dalam sejarah Liverpool. (jpg)






