JAKARTA, METRO—Meta resmi menghentikan fitur Muse Image setelah menuai gelombang kritik dari pengguna hingga pelaku industri hiburan.
Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) itu sebelumnya memungkinkan pengguna membuat gambar dengan mereferensikan akun Instagram publik, hanya dengan menyebutkan (mention) akun tersebut, tanpa memerlukan persetujuan dari pemilik akun.
Saat pertama kali diperkenalkan, Meta menyebut Muse Image dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kreatif.
Seperti mendesain undangan acara, membuat konsep kolaboratif, hingga menghasilkan grafis yang dipersonalisasi.
Namun, fitur tersebut memicu kekhawatiran karena dinilai membuka peluang pembuatan deepfake AI menggunakan foto dari akun publik tanpa izin eksplisit.
Dalam pembaruan pengumumannya, Meta mengakui telah menerima banyak masukan dari pengguna terkait fitur tersebut.
“Awal pekan ini, kami mengumumkan bahwa salah satu cara bagi orang untuk menghasilkan gambar di Meta AI adalah dengan menyebutkan (mention) akun Instagram publik yang ingin mereka referensikan,” tulis Meta seperti dilansir dari Engadget.
“Tujuan kami adalah untuk menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi orang kendali atas apakah konten publik mereka dapat direferensikan dengan cara ini. Kami telah mendengar umpan balik bahwa fitur ini tidak tepat sasaran, jadi fitur ini tidak lagi tersedia,” lanjut perusahaan.
Sejak diumumkan, Muse Image langsung menjadi sorotan di media sosial dan menuai kritik tajam.
Salah satu kritik utama adalah mekanisme yang diterapkan Meta mengharuskan pengguna memilih keluar (opt-out) apabila tidak ingin konten mereka digunakan sebagai referensi AI.
Untuk menonaktifkannya, pengguna harus masuk ke menu Pengaturan dan mematikan opsi “Izinkan orang lain untuk membuat dan menggunakan kembali konten Anda”, atau mengubah akun Instagram menjadi privat.
Penolakan tidak hanya datang dari pengguna. Menurut laporan Variety, agensi hiburan Hollywood CAA yang menaungi sejumlah aktor ternama seperti Tom Hanks dan Meryl Streep juga menyampaikan keberatan langsung kepada Meta.
“Nama, gambar, rupa, suara, atau karya kreatif siapa pun tidak boleh digunakan oleh pihak ketiga mana pun, termasuk model AI, tanpa persetujuan yang jelas dan terdokumentasi,” tegas CAA dalam pernyataannya.
Sementara itu, serikat pekerja aktor Amerika Serikat, SAG-AFTRA, turut mengimbau para anggotanya untuk menonaktifkan fitur tersebut demi melindungi hak atas identitas dan karya mereka.
Meta tidak menjelaskan secara rinci apakah keputusan mencabut Muse Image dipengaruhi oleh tekanan dari industri hiburan.
Namun, perusahaan memastikan fitur tersebut kini telah dihapus dan tidak lagi tersedia bagi pengguna. (jpg)






