PADANG, METRO–Dosen Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan melatih para pendidik di Raudhatul Athfal (RA) Asih Asuh, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji. Pelatihan bertajuk “Implementasi Nilai-nilai Asmaulhusna Ar-Rahman Bagi Pendidik Dilingkungan Guru Raudhatul Athfal Guna Mewujudkan Siswa Yang Berakhlaqul Karimah” ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (7-8/8).
Ketua Tim PkM UPI YPTK Padang, Muhammad Mahzum, S.Kom, MM, menyampaikan bahwa penanaman karakter berbasis kasih sayang menjadi fondasi utama dalam pembentukan akhlak anak usia dini. “Pendidikan karakter anak tidak cukup hanya dengan memberikan petunjuk visual atau hafalan, tetapi harus menyentuh hati nurani mereka.
Melalui sifat Ar-Rahman yang Maha Pengasih, kita ingin para pendidik mampu mentransfer energi kasih sayang ini ke dalam metode mengajar sehari-hari, sehingga anak-anak tumbuh dengan akhlak yang lembut dan berbudi pekerti luhur,” ujar Mahzum.
Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidik dalam tugasnya melaksanakan proses belajar mengajar melalui penerapan sistem pembelajaran yang terarah, interaktif, dan berkelanjutan. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap utama. (1) penyusunan dan penerapan sistem pembelajaran pengenalan nilai-nilai Zat yang Maha Pengasih ke jenjang kemampuan siswa, (2) pelatihan metode pembelajaran interaktif bagi pengajar dan siswa, serta (3) pendampingan dan evaluasi terhadap capaian pengenalan dan pemahaman terhadap Allah sebagai Zat yang Maha Pengasih oleh siswa. Pendekatan ini menggabungkan unsur edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan mitra.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan para pendidik memahami dan mengenal serta mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Asmaulhusna Ar-Rahman sehingga dapat mewujudkan siswa yang berakhlaqul karimah, tersusunnya sistem pembelajaran yang terstandard, serta terbangunnya semangat keilmuan dan religiusitas berbasis IPTEK. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan pendidik dalam membina generasi Qur’ani yang berdaya saing.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen yang juga beranggotakan Yuli Angraini, SE, MM, dan Yandri, SE, M.Kom, menerapkan tiga tahapan dengan pendekatan partisipatif ini dirancang agar guru tidak sekadar menghafal materi, melainkan mampu merancang modul ajar yang menyenangkan dan aplikatif bagi para murid.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Padang. Kepala RA Asih Asuh, Eka Oftarina, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian para akademisi dalam mendampingi para tenaga pendidik di sekolahnya. “Pendampingan ini menjadi angin segar bagi kami para guru. Metode pembelajaran interaktif yang diajarkan sangat relevan dengan kebutuhan anak usia dini, sehingga kami bisa mengenalkan nilai-nilai keagamaan secara lebih hidup dan mudah dicerna anak-anak,” ungkap Eka. (oza)






