BERITA UTAMA

Mendagri Dorong Pelayanan Publik Berbasis Sistem, Sebut Digitalisasi Bisa Dongkrak PAD

×

Mendagri Dorong Pelayanan Publik Berbasis Sistem, Sebut Digitalisasi Bisa Dongkrak PAD

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan sambutan pada Pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik di Kantor Kementerian PAN-RB.

JAKARTA, METRO–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, kualitas pelayanan publik menjadi salah satu kunci kemampuan sebuah negara untuk bertahan. Karena itu, seluruh aparatur pemerintah, baik di tingkat pusat maupun dae­rah, perlu terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mendagri pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Mendagri mengapresiasi inisiatif KemenPAN-RB yang mencanangkan Gerakan Nasional Pelayanan Publik. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi wake up call bagi seluruh aparatur pemerintah untuk kembali memperkuat pe­layanan.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa negara yang mampu bertahan dalam jangka panjang selalu ditopang oleh tiga variabel utama. Hal itu meliputi militer yang kuat, aparat kepolisian dan intelijen yang solid, serta aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien.

Baca Juga  24 Kios di Pasar Baso Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 2,5 Miliar

“Dalam konteks ini, kita melihat acara kita ini sebe­tulnya untuk memperkuat variabel yang ketiga yaitu adanya civil service yang efektif dan efisien,” ujar­nya.

Ia menjelaskan, membangun pelayanan publik yang berkualitas di Indonesia bukan pekerjaan mu­dah. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar sekaligus memiliki karakteristik yang sangat beragam. Karena itu, Mendagri menekankan pentingnya membangun sistem pela­yanan publik yang mampu membentuk budaya kerja aparatur.

“Menurut saya selain integritas sistemnya harus dibuat, kalau sistem dibuat maka orang akan berbalik dia akan berubah sistem­nya akan berubah dia akan mengikuti kepada sistem itu,” jelasnya.

Di sisi lain, Mendagri menyoroti pentingnya keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai u­paya menghadirkan ber­bagai layanan dalam satu lokasi. Mendagri terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) membangun MPP agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, dan transparan. Pemerintah juga saat ini terus berupaya mempermudah pelayanan melalui transformasi digital.

Baca Juga  PT IKPT Belum Bersikap Soal Isu Temuan Alat Kontrasepsi di Mobil Operasional

Menurutnya, penyederhanaan layanan publik dan digitalisasi dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia mencontohkan keberhasilan se­jumlah daerah yang mampu meningkatkan PAD se­telah mempermudah sis­tem pembayaran pajak dan retribusi.

“Saya menghormati acara ini, semoga tidak menjadi seremonial, tapi bisa benar-benar rekan-rekan di daerah terutama bisa memaknai dan publik itu kunci untuk negara kita bisa survive,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito, Wakil Ke­tua Ombudsman Republik Indonesia Rahmadi Indra Tektona, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri, MenPAN-RB, dan Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia menandatangani Surat Edaran Bersama Gerakan Nasional Pelayanan Publik. (jpg)