AGAM/BUKITTINGGI

Mantan Wako Bukittinggi Diapresiasi, Serahkan Alsintan ke Kelompok Tani

×

Mantan Wako Bukittinggi Diapresiasi, Serahkan Alsintan ke Kelompok Tani

Sebarkan artikel ini
APRESIASI-Kepala DPP Bukittinggi, Melwizardi bersama kelompok tani memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ismet Amzis yang merupakan mantan Wako Bukittinggi.

Pemerintah Kota Bukittinggi, mengapresiasi pemberian bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari mantan Wako Bukittinggi yang kini menjadi anggota DPRD Sumbar, Ismet Amzis.

Anggota DPRD dari fraksi Partai Demokrat itu menyerahkan 51 Unit Cultivator kepada kelompok tani di Kota Bukittingi dan Agam, Senin.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota (DPP) Bukittinggi, Melwizardi memberikan apresiasi atas bantuan cultivator tersebut telah sesuai de­ngan kebutuhan kelompok penerima.

“Terimakasih kepada Ba­pak Ismet Amzis, penerima bantuan telah diverifikasi dan terdaftar di sistem informasi penyuluhan pertanian (Simluhtan) serta kedepannya UPJA yang merupakan salah Unit Usaha Gapoktan akan semakin aktif dalam meningkatkan mekanisasi dalam berusaha tani sehingga efisiensi bisa tercapai,” kata Melwizardi.

Baca Juga  Wako Pariaman Launching Buku Muatan Lokal

Menurutnya, Kota Bukittinggi dengan lahan Pertanian yang sangat terbatas, mampu menjadikan Sektor Pertanian menjadi Misi Ke-7 Walikota Bukittinggi.

“Dan mewujudkan Kota Bukittinggi sebagai Pusat Pe­ngolahan hasil dan Pemasaran dari daerah sekitarnya,” kata­nya.

Penyerahan bertempat di Bengkel Pertanian – UPTD BMSPP (Balai Mekanisasi Sarana dan Prasarana Pertanian) Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pro­vinsi Sumatera Barat, Di Jl. Syech Jamil Jambek Bukittinggi.

Penerima Pokir 5 Unit Kultivator yaitu Kelompok Tani Ranjau Sakato (Kelurahan Bukit Apit Puhun), Harapan II (Kelurahan Kubu Tanjung), Kuta (Kelurahan Ladang Cakiah), Pabeloan (Kelurahan Pakan Labuah) dan Gapoktan Campago (Kelurahan Campago Guguak Bulek).

Baca Juga  Pendistribusian Logistik Dihadang Longsor

“Semoga ini dapat dilakukan perawatan dan pemeliharaan rutin terutama untuk penggantian oli beserta sari­ngannya pada 50 jam pertama selanjutnya setiap 100 jam o­perasional, sehingga diharapkan umur ekonomis bisa mencapai 5 tahun atau lebih,” kata Ismet Amzis. (pry)