SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Pengelolaan Sampah di 6 Dusun

×

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Pengelolaan Sampah di 6 Dusun

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO– Mahasiswa Kuliah Ker­ja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 melaksanakan program peduli lingku­ngan di Desa Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, melalui edukasi pengelolaan sampah dan pema­sangan plang titik pengelolaan sampah di enam dusun. Program tersebut lahir dari hasil observasi awal mahasiswa KKN yang menemukan masih terbatasnya sistem pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat dusun. Selain belum adanya pe­nanda titik kumpul sampah yang jelas, edukasi mengenai pemilahan sam­pah sejak usia dini juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

Ketua Mahasiswa KKN UNP Desa Muaro Kalaban, Al Hafiz Akbar, mengatakan pihaknya bersama masyarakat merancang dua program utama sebagai solusi atas persoalan tersebut. “Program pertama adalah sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa di lima sekolah, yaitu SDN 05, SDN 07, SDN 09, SDN 11, dan MIN 3 Muaro Kalaban. Program kedua adalah pembuatan serta pemasangan plang penanda titik pengelolaan sampah di enam dusun agar masyarakat memiliki acuan yang jelas dalam membuang dan mengelola sampah,” ujarnya.

Sosialisasi dilaksanakan secara bergilir di se­tiap sekolah dengan metode yang interaktif melalui permainan, kuis, dan praktik langsung memilah sampah organik dan anorganik. Mahasiswa KKN, Fadillatul Husnah, yang bertanggung jawab terhadap program tersebut menjelaskan pendekatan edukatif dipilih agar materi mudah dipahami anak-anak.

Baca Juga  Reses Perdana Bagas Panyusunan Nasution, Jalan Desa, Kota dan Provinsi jadi Prioritas

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga membiasakan diri memilah sampah sejak dini. Sementara pemasangan plang dilakukan bersama perangkat Desa, kepala dusun, ka­rang taruna, dan pemuda sebagai bentuk kolaborasi atau co-creation yang menjadi ciri khas KKN Berdampak UNP,” katanya.

Sebanyak enam plang pengelolaan sampah dipasang secara permanen di Dusun Tambun Batu, Balai-Balai, Sawah Talang, Sungai Loban, Sawah Ta­ratak, dan Sawah Tambang. Keberadaan plang tersebut menjadi penanda resmi lokasi pengelolaan sampah yang sebelum­nya belum tersedia.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Muaro Kalaban, para kepala dusun, Karang Taruna, pihak SDN 05, SDN 07, SDN 09, SDN 11, MIN 3 Muaro Kalaban, serta kelompok pemuda di enam dusun yang bergo­tong royong dalam pro­ses pembuatan hingga pemasangan plang.

Selama pelaksanaan program, lebih dari 100 siswa mengikuti kegiatan edukasi pengelolaan sampah. Sementara enam titik pengelolaan sampah kini telah memiliki penanda permanen yang diharapkan dapat memu­dahkan masyarakat menjaga kebersihan lingku­ngan.

Baca Juga  Cegah Rabies, 108 Anjing Liar Dieliminasi, SAWAHLUNTO, METRO

Kepala Desa Muaro Kalaban, Yuriswan, BE, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNP da­lam membantu me­ning­katkan kesadaran ma­syarakat terhadap pen­tingnya pengelolaan sampah. “Kami sangat terbantu dengan program ini. Sebelumnya warga belum memiliki titik acuan yang jelas untuk pengelolaan sampah. Sekarang setiap dusun sudah memiliki pe­nandanya masing-masing. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat meskipun mahasiswa KKN telah menyelesaikan masa pengabdiannya,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari salah seorang kepala sekolah yang menjadi lo­kasi sosialisasi. Menurutnya, para siswa mulai memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya menjaga kebersihan ling­kungan sejak dini. Mahasiswa berharap program tersebut dapat terus berlanjut setelah masa KKN berakhir melalui peran aktif pemerintah Desa, kader pemuda, dan ma­syarakat di setiap dusun. Mereka meyakini bahwa pengabdian selama satu bulan di Desa Muaro Ka­laban bukan hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat membangun masyarakat melalui kolaborasi dengan filosofi Minangkabau, A­lam Takambang Jadi Guru, Basamo Mangko Manjadi. (pin)