AGAM/BUKITTINGGI

Lepas 16 Kafilah MQK Tingkat Nasional, Andri Warman: MTI Canduang Marwah Sumbar

×

Lepas 16 Kafilah MQK Tingkat Nasional, Andri Warman: MTI Canduang Marwah Sumbar

Sebarkan artikel ini
DOA BERSAMA— Bupati Agam Andri Warman, ikuti doa bersama di Makam Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, pendiri MTI Canduang, usai kegiatan pelepasan 16 santri MTI Candung sebagai Kafilah MQK tingkat Nasional tahun 2023.

AGAM, METRO–Bupati Agam Dr H Andri Warman, MM lepas 16 santri Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung sebagai Kafilah Musaba­qah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional tahun 2023 untuk mengikuti lomba di Pondok Pesantren Sunan Drajat Pacitan, Ka­bupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pelepasan secara khu­sus 16 orang anggota kafilah masing-masing 6 santriawan dan 10 santriwati yang akan mengikuti serangkaian lomba mulai 10-18 Juli 2023 digelar di aula MTI Canduang, Kamis (6/7).

Dalam sambutannya, Bupati Agam Dr Andri Warman mengaku bangga, pa­ra santri MTI Canduang bersaing ke tingkat nasional, bahkan mengikuti serangkaian perlombaan ting­kat nasional yang diyakini akan diikuti ribuan santri dari seluruh Indonesia.

Baca Juga  Kunjungi Balita Penderita Bibir Sumbing, Ketua TP-PKK Agam Beri Bantuan Biaya Hidup

Dr Andri Warman berharap, para kafilah yang merupakan perwakilan ma­syarakat kabupaten Agam bahkan Sumatera Barat, untuk berupaya men­jadi yang terbaik, untuk mengharumkan nama daerah sekaligus, sebagai wujud luar biasanya Kabupaten Agam bahkan Sumbar da­lam pendidikan dan pembinaan agama Islam, apalagi MTI Canduang dike­nal sebagai marwah Sumatera Barat di kancah nasional.

Disisi lain, Bupati Agam berharap, kegiatan lomba tersebut dapat menjadi barometer dalam rangka melahirkan tokoh-tokoh penggiat agama di Kabupaten Agam, termasuk selalu menjaga silaturrahmi dan kekompokan kafilah, sehingga bisa menjadi yang terbaik.

Baca Juga  Penghargaan Statistik Sektoral Terbaik, Kabupaten Agam Diganjar Prestasi Tingkat Provinsi

Prosesi pelepasan khu­sus para anggota kafilah MTI Canduang itu, dihadiri para tokoh ulama dan guru MTI Canduang yang ditutup dengan doa bersama di Makam Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, pendiri MTI Can­duang. (pry)