AGAM, METRO–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam terus mengintensifkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di GOR Rang Agam, Senin (13/4), dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari masing-masing cabang olahraga di bawah naungan KONI Agam.
Rapat secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Agam, Khasman Zaini. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap persiapan KONI Agam dalam menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis dan program konkret agar Agam mampu mengukir prestasi, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga level nasional dan internasional. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan panitia besar, mengingat sejumlah cabang olahraga akan dipertandingkan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Agam, Windra Purnama, menyebutkan bahwa Porprov menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus sebagai sarana seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di NTT dan NTB.
Ia menegaskan, Kabupaten Agam berkomitmen untuk ambil bagian secara maksimal dengan mengikuti hampir seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Beberapa cabang unggulan yang dipersiapkan di antaranya atletik, pencak silat, tinju, karate, taekwondo, serta cabang permainan seperti sepak bola, bola voli, bola basket, dan sepak takraw.
“Selain sebagai peserta, Kabupaten Agam juga siap menjadi tuan rumah pada sejumlah cabang olahraga. Ini menunjukkan keseriusan kita dalam menyukseskan PORPROV XVI sekaligus meningkatkan daya saing olahraga daerah,” ujar Windra.
Secara historis, lanjutnya, Agam memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan, dengan raihan 62 medali pada Porprov 2016 dan 50 medali pada 2018. Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan peningkatan prestasi melalui pembinaan yang lebih terarah dan sistematis.
Ketua Umum KONI Agam, Edi Busti, menyebut Porprov 2026 sebagai ajang yang telah lama dinantikan, mengingat hampir delapan tahun vakum dari perhelatan olahraga tingkat provinsi tersebut.
“PORPROV tahun 2026 ini adalah hal yang kita tunggu-tunggu. Sudah hampir delapan tahun tidak ada event olahraga tingkat provinsi. Namun demikian, kita juga melihat bahwa persiapan di beberapa daerah masih belum maksimal, karena baru beberapa kabupaten/kota yang telah mengalokasikan anggaran, salah satunya Kabupaten Agam,” ungkapnya.
Ia menegaskan, komitmen daerah dalam mendukung anggaran menjadi faktor penting, meski di tengah keterbatasan keuangan. “Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, hal ini tentu tidak mengurangi semangat kita. Justru dari sekarang kita harus mulai mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi PORPROV yang akan datang,” tegasnya.
Edi Busti juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dalam suasana halal bihalal keluarga besar KONI Agam. Ia berharap seluruh cabang olahraga segera melakukan persiapan dan seleksi atlet secara optimal.
“Jangan kita berpatokan pada keterbatasan. Justru dengan keterbatasan itu kita harus mampu mencari peluang dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, sehingga di setiap cabang olahraga kita bisa tampil sebagai juara,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum KONI Agam, Harmen, guna merumuskan strategi menghadapi Porprov 2026.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, dan seluruh pihak terkait, Kabupaten Agam optimistis mampu meraih hasil maksimal sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan perhelatan olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. (pry)






