AGAM/BUKITTINGGI

Kolang-Kaling jadi Primadona Bulan Puasa, Permintaan Melonjak di Agam

×

Kolang-Kaling jadi Primadona Bulan Puasa, Permintaan Melonjak di Agam

Sebarkan artikel ini
PEDAGANG PENGUMPUL— Permintaan buah kolang-kaling dari pedagang pengumpul di Kabupaten Agam, untuk kebutuhan masyarakat luar provinsi tersebut meningkat menjelang Ramadhan untuk kebutuhan bulan suci tersebut.

AGAM, METRO–Menjelang bulan suci Ramadhan, permintaan buah kolang-kaling dari pedagang pengumpul di Kabupaten Agam mengalami lonjakan yang signifikan, baik untuk pasar lokal maupun luar provinsi.

Kolang-kaling, yang sering digunakan dalam hidangan seperti kolak pisang dan es buah, menjadi salah satu ba­han penting yang dicari ma­syarakat untuk kebutuhan berbuka puasa.

Novi Rahman (45), salah seorang pedagang pengumpul kolang-kaling di Lubuk Basung, mengatakan bahwa permin­taan buah kolang-kaling dari luar provinsi seperti Jambi, Riau, Bengkulu, dan Pulau Jawa meningkat drastis menjelang Ramadhan.

“Saat ini, permintaan sudah mencapai lima ton, dan diper­kirakan akan naik hingga 10 ton per pengiriman selama Ramadhan,” ungkap Novi.

Baca Juga  Dengan Iklim Investasi yang Kondusif, Agam Siapkan Fasilitas Mudah bagi Investor

Untuk memenuhi permin­taan tersebut, Novi harus mem­beli buah kolang-kaling dari masyarakat di Agam dan beberapa kabupaten di Sumatera Barat. Produksi buah kolang-kaling yang dimilikinya hanya mampu mencapai satu hingga tiga ton per minggu dengan bantuan sepuluh pekerja.

“Karena jumlah produksi terbatas, saya terpaksa membeli dari warga lain untuk mencukupi permintaan,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Doni (35), pedagang pengumpul lainnya, yang mengatakan bahwa permintaan kolang-kaling dari Pulau Jawa mencapai sekitar 10 ton per pengiriman.

Baca Juga  Ketua DPRD Tinjau Lokasi Banjir Bandang

“Pengiriman dilakukan menggunakan truk besar, dan kami mengirimkan 10 ton setiap minggu,” tambah Doni.

Harga kolang-kaling saat ini dipatok sekitar Rp7.500 per kilogram. Namun, menjelang Ramadhan, harga diperkirakan akan naik hingga Rp15.000 per kilogram karena tingginya permintaan.

Kolang-kaling memang men­jadi salah satu bahan utama dalam pembuatan kolak pisang dan es buah yang populer selama bulan puasa.

Dengan permintaan yang terus meningkat, pedagang-pedagang pengumpul di Agam terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun luar daerah, agar masyarakat dapat menikmati hidangan berbuka puasa yang khas. (pry)