BERITA UTAMA

Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

×

Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Sebarkan artikel ini
Oleh: Ustadz Muhammad Ryan Romadhon

NASIHAT untuk ‘mengencangkan ikat pinggang’ ibadah di 10 malam terakhir Ramadan bukanlah sekadar notifikasi rutin, melainkan seruan untuk menjemput puncak kemuliaan. Di fase krusial ini, Allah swt me­nyembunyikan satu malam yang keagungannya lebih baik dari seribu bulan.

Malam ter­sebut merupakan ruang waktu yang sangat sakral, di mana setiap ruku’ dan sujud kita dihargai dengan pahala yang me­lampaui masa hidup manusia pada umumnya.   Momen sa­kral yang di­mak­sud tak lain adalah Lailatul Qadar, sebuah waktu yang se­nan­tiasa dinantikan dengan penuh kerinduan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia.

Keagungan malam yang nilainya melampaui seribu bulan ini sengaja diselimuti rahasia oleh Allah swt. Ketidakpastian waktu kehadirannya bukan tanpa alasan; ia merupakan sebuah rahasia Ilahi untuk menguji sejauh ma­na keikhlasan dan kete­guhan hati seorang hamba dalam beribadah tanpa harus terpaku pada angka dan tanggal.

Mencari Lailatul Qadar dengan menghidupkan ma­lam-malam akhir Ramadan sekalipun waktu persis terjadinya Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Ilahi, kita tidak dibiarkan tanpa petunjuk. Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, kita sangat dianjurkan untuk memfokuskan pencarian malam mulia tersebut pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Baca Juga  Cari Untung Besar, Pemilik Warung Nyambi Jualan Sabu

Isyarat ini menjadi kompas spiritual bagi umat Islam agar lebih intens menghidupkan malam-ma­lam ganjil tersebut dengan optimisme dan ketaatan yang lebih tinggi.

Simak hadits riwayat Imam Al-Bukhari berikut yang artinya: “Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadan.”

Mengenai hadits di atas, Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani memberikan pen­jelasan artinya: “Dalam judul bab (tarjamah) ini terdapat isyarat mengenai kuatnya pendapat bahwa Lailatul Qadar hanya ada di bulan Ramadhan, kemudian (lebih spesifik) pada sepuluh malam terakhir, kemudian pada malam-malam ganjilnya, dan tidak terbatas pada satu malam tertentu saja. Inilah yang ditunjukkan oleh kumpulan dalil-dalil (khabar) yang ada mengenai hal tersebut.” (Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, [Mesir, Maktabah Salafiyyah: 1390 H], jilid IV, halaman 260).

Lalu, amalan apa yang bisa dikerjakan guna menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, dan amalan apa yang paling utama menurut sunnah Nabi Muhammad saw? Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan: “Mengkombinasikan antara shalat, membaca Al-Quran, berdoa, dan tafakur adalah amal yang paling utama dan paling sempurna dikerjakan pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan dan malam-malam lainnya.” (Lathaiful Ma’arif, [Beirut, Darul Ibnu Hazm: 2004 M], halaman 204).

Baca Juga  Mahfud MD Singgung Potensi Kecurangan Pemilu 2024

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui, amalan paling utama malam lailatul qadar adalah dengan menggabungkan empat amalan sunah Nabi berikut: shalat malam atau shalat tahajud; membaca Al-Quran; berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi untuk lailatul qadar, dan tafakur.

Sedangkan doa yang diajarkan Nabi saw adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun karîmun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni.     Artinya, “Sesungguhnya Engkau dzat yang maha memaafkan, menyukai memaafkan maka maafkanlah aku.”

10 malam terakhir Ramadhan adalah garis finish yang menuntut kesungguhan kita untuk menjemput Lailatul Qadar, sebuah momentum sakral yang keagungannya melampaui seribu bulan. Allah sengaja menyelimuti waktu kehadirannya dengan rahasia demi menyeleksi hamba-hamba yang benar-benar ikhlas beribadah tanpa terikat oleh hitungan tanggal.

Dengan mengikuti isya­rat kenabian dan arahan para ulama seperti Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani, mari kita optimalkan ma­lam-ma­lam ganjil ini dengan memadukan shalat malam, tilawah, dan doa pengampunan. Inilah saatnya mela­kukan transformasi spiritual yang hakiki, sebagaimana pesan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali di atas tentang indahnya sinergi amal di penghujung bulan suci. Wallahu a’lam.­(*)