METRO SUMBAR

Ketika Diputuskan Bupati, Riza Falepi: Pak Dewan Kemana…?

×

Ketika Diputuskan Bupati, Riza Falepi: Pak Dewan Kemana…?

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BERKAS—Wali Kota Payakumbuh Reza Falepi serahkan berkas di Kemendagri pekan lalu.

POLIKO, METRO–Meski mendapat tu­dingan dari DPRD Lima­puluh Kota, yang menilai Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dianggap se­enak­nya mencaplok tapal batas wilayah antara dua daerah, Riza Falepi me­nyampaikan dari hasil analisanya sebenarnya masalah batas ini dari awal kurang terlihat kese­riusan Pemerintah Kabu­paten Limapuluh Kota, terutama eksekutif, se­men­t­ara legislatifnya sa­ngat bersemangat.

“Akibatnya ketika hasil­nya tidak sesuai wajar anggota DPRD marah, ya cuman marahnya salah alamat. Tetapi saat dipu­tuskan, waktu itu perwa­kilan Pemkab tidak ada, sementara sudah dise­pakati di tingkat pusat di Kementerian Dalam Ne­geri, bahwa yang tidak datang ke Jakarta diang­gap menyetujui draft ran­ca­ngan keputusan batas wilayah tersebut yang sebelumnya sudah diba­has,” ungkap Riza kepada media, Senin (5/7).

Baca Juga  Tunjukkan Kepedulian, PKK Kunjungi Balita Penderita Hidrosefalus

Riza mengaku heran, kenapa Pemko Paya­kum­buh yang menjadi kam­bing hitam oleh pihak Pem­kab Limapulub Kota atas keputusan kementerian tersebut?. Sementara uru­san ini dinilainya akibat tidak tampak keseriusan eksekutif Limapuluh Kota dengan urusan vital bagi daerah ini.

“Salah tempat ang­gota DPRDnya marah, kalau mau marah, silah­kan ke eksekutifnya Lima­pu­luh Kota dong. Jangan pula kami di Pemko yang dikambing hitamkan. Se­mentara, mengenai batas wilayah sudah lebih dari 10 tahun, jadwalnya harus selesai tahun ini. Sudah menjadi tekad pemerintah pusat,” kata Riza.

Baca Juga  Pengurus Kwarcab 12 Ikuti Sosialisasi Seragam Pramuka dan Orientasi Singkat

Dipenghujung wa­wan­cara, kritik pedas dilon­tarkan Riza kepada pihak Pemkab Limapuluh Kota. Menurutnya standar ki­nerja kawan kawan di liko harus lebih diperbaiki, sehingga setiap masalah tidak mencuat dan kemu­dian dicari kambing hitam.

“Tapi saya tidak mau dituding macam-macam, saya sarankan agar cek dulu saat pembahasan perbatasan di mana tim Kabupaten Limapuluh Ko­ta?. Dimana bupatinya ketika diputuskan?. Wajar ketika sudah diputuskan merasa tidak puas, buah dari ketidakseriusan beru­rusan,” pungkas Riza. (uus)