METRO SUMBAR

Kesiapsiagaan Sumbar Tetap Terjaga meski ”Low Risk” Karhutla

×

Kesiapsiagaan Sumbar Tetap Terjaga meski ”Low Risk” Karhutla

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN— Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat memberikan keterangan kepada wartawan usai acara, Kamis (2/12).

PADANG, METRO–Kesiapsiagaan seluruh stake holder di Sumatera Barat terus terjaga mes­kipun secara risiko daerah tersebut termasuk rendah karena tidak memiliki ba­nyak lahan gambut dan sawit yang biasanya sering terbakar.”Biasanya keba­karan itu terjadi di kebun sawit dan lahan gambut. Kita di Sumbar hanya pu­nya sekitar 500 ribu hektare lahan sawit, jauh lebih sedikit dari Riau yang mencapai 5 juta hektare.  Karena itu kejadian karhutla di Sumbar termasuk sedikit,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat Rakor Optimalisasi Pengendalian Kebakaran Hutan di Padang, Kamis (2/12).

Meski risiko rendah, tetapi semua pihak terkait di Sumbar tidak abai terhadap potensi kebakaran hutan. Pada 10 UPT Dinas Kehutanan Sumbar tersedia peralatan yang cukup lengkap seperti pompa a­pung, pompa besar, pompa kecil, drone dan perso­nel.

“Titik api di Sumbar juga tidak banyak karena sudah berhasil dicegah duluan. Untuk ini kita patut berterima kasih pada Dinas Kehutanan dan semua pihak terkait,” katanya.

Dengan demikian, Sum­bar bisa menjadi percontohan di Indonesia da­lam hal kesiapsiagaan karhutla meski dengan risiko rendah.Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sum­bar, Yozarwardi me­ngatakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2020 semua stake holder terkait karhutla diperintahkan untuk turut aktif dalam pengendalian kebakaran hutan dan la­han. Jika ada titik api harus segera dipadamkan, ja­ngan sampai meluas.

Baca Juga  Cegah Kepadatan Lalu Lintas dan Potensi Kecelakaan, Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pemasangan Rambu Larangan Berhenti di Kelok 9

“Presiden juga memerintahkan untuk mencarikan solusi permanen untuk pembakaran hutan dan lahan bermotif ekonomi, pe­negakan hukum secara tegas akan memberikan efek jera,” katanya.

Menindaklanjuti hal itu Dinas kehutanan Sumbar menurutnya juga mening­katkan frekuensi patroli sebagai langkah pencegahan kejadian karhu­tla.”Da­lam instruksi itu Presiden juga meminta agar pe­ngelolaan kebakaran hutan untuk mendahulukan upaya pencegahan,” ka­tanya. Kegiatan Rakor yang digelar adalah dalam upaya membangun sinergitas stake holder lintas sektoral. (fan)