SOLOK/SOLSEL

Kerawanan Laka Lantas di Jembatan Kutianyie, Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan

×

Kerawanan Laka Lantas di Jembatan Kutianyie, Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI—Pemerintah Kabupaten Solok menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan. Hal ini untuk menindaklanjuti persoalan rawan kecelakaan lalu lintas di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok

SOLOK, METRO–Menindaklanjuti persoalan rawan kecelakaan lalu lintas di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Pemerintah Kabupaten Solok membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna membantu penyelesaian persoalan pelebaran jalan nasional di titik rawan tersebut. Ruas jalan ini menjadi sorotan pasca ke­celakaan tunggal yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, beberapa waktu lalu.

“Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupa­ten Solok telah menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna membantu penyelesaian persoalan pelebaran jalan nasional di titik rawan tersebut,” ujar Wakil Bupati Solok, H. Candra. menurutnya, pembentukan tim dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menuntaskan persoalan yang sudah cukup lama terjadi di lokasi tersebut.

Diakui Candra, proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan secara ter­gesa-gesa karena menyangkut mekanisme dan aturan penggunaan keuangan negara yang harus dipatuhi.

Baca Juga  IDI Dituntut Bersinergi Menyelesaikan Masalah Kesehatan di Kota Solok

Karena itu, tim yang dibentuk saat ini tengah melakukan kajian serta konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai gan­ti lahan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. “Tentu ada tahapan dan mekanisme yang ha­rus dilalui. Ini menyangkut uang negara sehingga semuanya harus sesuai aturan. Tim sedang bekerja melakukan kajian dan konsultasi terkait harga yang sesuai regulasi,” jelasnya.

Meski demikian, Can­dra menegaskan bah­­wa secara kewenangan ruas jalan tersebut merupakan tanggung ja­wab Balai Jalan Nasio­nal karena berstatus ja­lan nasional.

Namun atas dasar kemanusiaan dan keselamatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Solok siap membantu mempercepat proses penyelesaian dengan terus berkoordinasi bersama Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat dan BPJN Sumbar. “Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kita siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, sebagai solusi sementara guna meminimalisir risiko ke­celakaan di lokasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis ke lapangan sejak Selasa (19/5) lalu.

Baca Juga  Hafiz Cerminkan Kehidupan Warga Religius

Kepala Dinas Perhu­bungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pihaknya melakukan pemasangan lampu pe­nerangan jalan serta road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khu­susnya pada malam hari. “Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ujar­nya.

Selain itu, Dishub juga akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rambu tambahan dan penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut. Diketahui, ruas jalan di kawasan Jembatan Kutianyie selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kondisi tikungan tajam dan pe­nyempitan badan jalan karena persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas. Bahkan, pada hari yang sama sebelum ke­celakaan yang dialami Wa­gub Vasko, dilaporkan juga terjadi beberapa kecelakaan lain di lokasi tersebut. (vko)