AGAM, METRO— Gunung berapi aktif di Sumatera Barat, Gunung Marapi, mengalami erupsi kuat pada Sabtu (14/3) malam. Letusan yang terjadi sekitar pukul 23.29 WIB itu diawali dengan dentuman keras yang bahkan membuat kaca rumah warga di sekitar kawasan gunung bergetar.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, Hatta Rizal. Wilayah tempat tinggalnya berada sekitar 9 kilometer dari kawah gunung.
Ia mengungkapkan, sesaat setelah terdengar dentuman kuat, terlihat pijaran disertai kilatan api dari arah gunung yang diikuti suara gemuruh. Momen tersebut terjadi begitu cepat sehingga sulit untuk diabadikan menggunakan kamera ponsel.
“Usai terjadi dentuman, saya langsung berlari keluar rumah karena sudah mengetahui gunung sedang meletus. Di luar saya menyaksikan pemandangan menakjubkan berupa guguran material dan kilatan api,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena tersebut berlangsung cukup lama dan masih terlihat jelas meski saat itu kondisi cuaca di sekitar lokasi sedang gerimis.
“Baru kali ini saya melihat langsung letusan yang disertai kilatan api seperti itu. Beberapa warga lainnya juga mengaku menyaksikan kejadian yang sama,” ungkapnya.
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api Marapi membenarkan terjadinya erupsi tersebut. Namun, petugas tidak dapat memastikan tinggi kolom abu yang keluar saat letusan terjadi.
“Telah terjadi erupsi pada pukul 23.29 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati,” demikian keterangan dari petugas pengamatan gunung api yang berkantor di Bukittinggi, Sabtu (14/3).
Berdasarkan catatan seismograf, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter dan berlangsung selama 3 menit 21 detik.
Pihak pengamatan gunung api kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah gunung. Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. (pry)






