BUKITTINGGI, METRO–Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, menggelar kegiatan reses perorangan masa sidang II tahun 2025/2026 di halaman Kantor Lurah Belakang Balok, Kamis (30/4). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) yang antusias menyampaikan aspirasi mereka.
Camat ABTB, Hendra Eka Putra, mengapresiasi kehadiran pimpinan DPRD Bukittinggi yang turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menurutnya, reses menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat legislatif.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Beny Yusrial dalam bertatap muka, menyerap aspirasi masyarakat ABTB. Momen ini, tentu menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan masukan dan harapan, sehingga bisa diperjuangkan Bapak Beny Yusrial dalam rapat kerja bersama pemerintah kota, termasuk dalam penganggarannya sendiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Beny Yusrial menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyampaikan program yang telah berjalan sekaligus menampung aspirasi masyarakat. Ia sengaja mengundang warga dari seluruh kelurahan di ABTB agar lebih banyak masukan yang bisa dihimpun.
“Meski kita laksanakan di Belakang Balok, tapi masyarakat di seluruh kelurahan di Kecamatan ABTB kita undang, agar banyak aspirasi yang dapat kita dengarkan, kita tampung dan kita perjuangkan nantinya,” ujar politisi muda Fraksi Gerindra tersebut.
Ia juga menyoroti Kelurahan Belakang Balok sebagai salah satu kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah pinggiran Ngarai. Setelah melakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk penanganan persoalan drainase.
“Alhamdulillah, kami dengan dukungan pemerintah daerah, melalui dinas Perkim, persoalan drainase di kawasan pinggir Ngarai bisa diselesaikan. Tahun ini, sudah dianggarkan Rp 800 juta, untuk menyelesaikan persoalan drainase dan rawan bencana di kawasan pinggir Ngarai itu,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi. Di antaranya, banjir di RW 6 Birugo, kebutuhan alat pendukung dan pelatihan mitigasi bencana bagi warga RT01 RW02 Belakang Balok, hingga keluhan terkait ketersediaan air bersih di kawasan Sapiran.
Menanggapi hal itu, Beny Yusrial langsung berkoordinasi dengan lurah setempat serta dinas terkait. Ia memastikan sejumlah kebutuhan warga telah diusulkan dalam pokok pikiran (pokir) untuk tahun anggaran berikutnya dan juga diajukan ke Bappelitbangda.
“Untuk persoalan air bersih, tahun 2026 ini PDAM telah menyampaikan akan ada penambahan sumber air baku, revitalisasi jaringan dari Sungai Tanang, serta normalisasi Batang Tambuo. Dengan upaya ini, kita berharap pemenuhan air di Bukittinggi, khususnya di Kecamatan ABTB dapat terpenuhi secara merata,” tutupnya.
Selain itu, sejumlah warga dari Parit Antang dan kelurahan lainnya turut menyampaikan apresiasi atas upaya Beny Yusrial dalam merealisasikan kebutuhan masyarakat, seperti penerangan jalan dan program bedah rumah. (pry)






