OLAHRAGA

Dihujani Kritik Usai Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina Kompak Bantah Tuduhan Anak Emas FIFA

×

Dihujani Kritik Usai Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina Kompak Bantah Tuduhan Anak Emas FIFA

Sebarkan artikel ini
EUFORIA— Euforia pemain timnas Argentina usai memastikan diri lolos ke partai final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.

KEMENANGAN Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 disambut euforia besar di Buenos Aires. Puluhan ribu pendukung turun ke jalan merayakan keberhasilan tim nasional mereka. Pa­salnya, Argentina hanya tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara dunia kedua secara beruntun dengan menghadapi Spanyol di partai final pada Senin (20/7).

Namun, kemenangan Argentina tidak sepenuhnya diterima oleh banyak pihak. Di media sosial, kritik atas kemenangan itu menyeruak setelah wasit diduga lebih berpihak pada La Albiceleste. Kapten Argentina Lionel Messi pun angkat bicara menanggapi kritik yang menuduh timnya diuntungkan oleh ke­putusan wasit dan favoritisme dari FIFA.

Messi menegaskan bah­wa keberhasilan Argentina murni karena kua­litas dan mental juara yang dimiliki tim. “Kami adalah yang terbaik dalam empat tahun terakhir, suka atau tidak. Kami kembali membuktikan diri sebagai salah satu dari dua tim terbaik di dunia. Itu menunjukkan bahwa semua yang kami capai bukan kebetulan dan tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma,” ujar Messi usai pertandingan melawan Inggris dikutip dari ESPN.

Perjalanan Argentina menuju final memang diwarnai sejumlah comeback dramatis dan kontroversial. Selain mengalahkan Inggris, Argentina juga harus melalui perpanja­ngan waktu saat menghadapi Tanjung Verde dan Swiss. Argentina bahkan sempat bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk me­nang 3-2 atas Mesir hanya dalam 11 menit terakhir waktu normal.

Baca Juga  Indonesia Kalahkan Australia 3-1, Amankan Tiket Semifinal Piala AFF Futsal 2024

Sejumlah pihak pun menyoroti keputusan wasit dalam beberapa pertandingan itu. Pelatih Swiss Murat Yakin mengkritik keras keputusan yang mem­buat timnya harus bermain dengan 10 pemain setelah Breel Embolo diusir keluar lapangan. Dalam tayangan ulang, Embolo terlihat terjatuh sebelum terjadi kontak dengan Leandro Paredes, tetapi tetap berujung kartu kuning ke­dua.

“Kami dihukum oleh aturan yang menurut saya tidak bisa diterima. Sangat menyakitkan tersingkir de­ngan cara seperti ini. Saya rasa kami tidak pantas menerima hasil ini dan bagi saya, anak-anak asuh saya adalah pahlawan yang sesungguhnya,” kata Yakin.

Kritik serupa juga datang dari Mesir. Sang pelatih Hossam Hassan bahkan menduga adanya keberpihakan terhadap Argentina dan Messi. Federasi Sepak Bola Mesir menyatakan tidak bisa tinggal diam atas kepemimpinan wasit yang tidak adil. Isu itu semakin ramai di media sosial dengan sebagian penggemar menilai jalur pertandingan Argentina menuju final relatif lebih menguntungkan.

Baca Juga  Fulham 0 vs 3 Manchester United, Persaingan Gelar Juara Ketat

Namun, spekulasi itu sebelumnya telah dibantah pelatih Argentina Lionel Scaloni dan meminta ma­syarakat untuk tidak terlalu terpengaruh oleh opini di media sosial. Usai keme­nangan atas Inggris, para pemain Argentina pun mulai merespons kritik itu. Gelandang Enzo Fernandez melakukan selebrasi golnya dengan gestur me­ngejek sebagai bentuk respons terhadap para peng­kritik.

Klubnya, Chelsea bahkan sempat mengunggah foto Enzo Fernandez di akun media sosial resmi mereka. Namun, foto itu langsung dihapus setelah mendapat banyak kritik dari para penggemar Chel­sea dan Timnas Inggris. “Banyak yang dibicarakan. Itu campuran antara euforia dan frustrasi,” ujar Fer­nandez tanggapi kritik.

Sementara itu, Scaloni menegaskan bahwa tuduhan bantuan dari wasit tidak berdasar, terutama dengan adanya teknologi VAR dalam sepak bola mo­dern. “Pembicaraan soal bantuan akan selalu ada. Itu tidak mengganggu sa­ya. Dengan VAR, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan kecuali kesala­hannya benar-benar jelas. Kami tahu tidak ada ban­tuan,” tegas Scaloni. (jpg)