METRO PESISIR

Desa Apar Masuk Nominasi Lomba Wisata Nusantara 2019

×

Desa Apar Masuk Nominasi Lomba Wisata Nusantara 2019

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman dinilai Tim Verifikasi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), kemarin.
Desa Apar masuk nominasi Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2019 mewakili Provinsi Sumatera Barat.
Berbagai potensi wisata Desa Apar yang dinilai tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Baruak (STIB), kawasan wisata hutan manggrove, konservasi penakaran penyu dan olahan buah manggrove.
Kasubdit Sarana dan Prasarana Traportasi Desa Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Agusti saat memverifikasi, sangat mengapresiasi Desa Apar ini sebagai desa wisata di Kota Pariaman.
“Banyak keunikan yang ada di desa wisata Apar Pariaman ini, salah satunya STIB saya rasa ini tidak ada di daerah lain hanya di Kota Pariaman. Kita harus banyak mempromosikan potensi yang kita punya ini supaya nanti lebih dikenal, bisa kita jual ke publik sehingga ini akan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa, pemda, pemprov bahkan pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada sebanyak 158 desa yang ikut lomba ini dan hanya 28 desa yang masuk nominasi.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Pariaman, Efendi Jamal juga mengapresiasi yang telah menjadikan Desa Apar sebagai salah satunya desa wisata yang di verifikasi oleh Kemendes PDTT ini.
“Kita patut bangga, dari 158 desa yang ikut lomba dan 28 desa yang masuk nominasi kita Desa Apar mendapat nomor lima,” ungkapnya.
Mantan Kadis Pariwisata ini juga mengatakan bahwa Desa Apar telah berhasil menjadikan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Pariaman Genius-Mardison. “Kita juga berharap Kota Pariaman ini menjadi yang terbaik di tingkat nasional mewakili Sumbar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Apar Hendrik, dalam presentasenya memaparkan beberapa potensi wisata seperti STIB yang unik dan tidak dimiliki oleh daerah lain, kemudian kawasan wisata mangrove dan konservasi penakaran penyu.
“Semua ini terwujud berkat kerjasama dari berbagai sdm yang ada di Desa Apar baik POKDARWIS, BUMDes PARMA, Komunitas TDC (Tabuik Diving Club), Karang Taruna, LPM, PKK, BPD, Dubalang dan Barakai serta masyarakat peduli wisata,” ujarnya.
BUMDes Apar Mandiri (PARMA) bekerja sama dengan komunitas TDC menyajikan paket wisata tematik seperti tracking hutan mangrove, penanaman mangrove, pelepasan penyu, penanaman terumbu karang, diving sampai paket beraktifitas di sekolah beruk.
Kemudian, untuk produk usaha BUMDes Apar Mandiri ini juga memproduksi olahan mangrove seperti sirup mangrove, galamai, dan selai. Selain itu, Desa Apar juga punyai beberapa homestay yang letaknya tidak jauh dari lokasi desa wisata ini.(efa)

Baca Juga  Tiap Tahun, Rumah Warga Miskin Dibedah