METRO BISNIS

Dari Kecintaan pada Budaya Menjadi Gerakan Pemberdayaan, Diana Rita Kembangkan Batik Bukit Batu sebagai Identitas Daerah

×

Dari Kecintaan pada Budaya Menjadi Gerakan Pemberdayaan, Diana Rita Kembangkan Batik Bukit Batu sebagai Identitas Daerah

Sebarkan artikel ini
DUKUNG—PT PLN UIP Sumbagteng melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli memberikan dukungan kepada kelompok Batik Bukit Batu.

BENGKALIS, METRO–Berawal dari kecintaannya terhadap seni batik dan keinginan untuk memperkenalkan daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas, Diana Rita H., M.Pd. berhasil mengembangkan Batik Bukit Batu sebagai salah satu identitas budaya Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Beng­kalis.

Melalui karya-karya­nya, Diana tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya perempuan, melalui keterampilan membatik.

Selain dikenal sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bukit Batu, Diana juga me­rupakan seorang pengrajin batik yang telah lama mendalami seni membatik. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimi­likinya, ia bertekad menghadirkan motif-motif batik yang mengangkat ke­ka­yaan alam, budaya, dan kearifan lokal Bukit Batu sebagai ciri khas yang mem­bedakannya dari batik daerah lain.

“Saya ingin ketika o­rang melihat atau menge­nakan Batik Bukit Batu, mereka langsung mengenal daerah kami. Setiap motif memiliki cerita tentang Bukit Batu, sehingga batik bukan hanya menjadi kain, tetapi juga media untuk memperkenalkan identitas daerah,” ujar Diana.

Baca Juga  Di INACRAFT 2024, Produk Kerajinan UMK Binaan PLN Dibanjiri Peminat

Perjalanan tersebut ti­dak selalu mudah. Di awal pengembangannya, Batik Bukit Batu masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari terbatasnya sarana produksi, pengembangan motif, hingga akses pemasaran yang belum optimal. Di sisi lain, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap batik lokal juga masih perlu terus ditumbuhkan agar warisan budaya tetap lestari.

Berbekal semangat untuk menjaga budaya se­kaligus meningkatkan ke­sejahteraan ma­sya­ra­kat, Diana mulai mengajak perempuan-perempuan di Kecamatan Bukit Batu untuk belajar membatik. Me­lalui kegiatan tersebut, batik tidak hanya menjadi upa­ya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam perjalanannya, kelompok Batik Bukit Batu mendapat dukungan pembinaan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pemba­ngu­nan Sumatera Bagian Te­ngah (PLN UIP Sumbag­teng) me­lalui Program Tang­gung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan eko­nomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui program pembinaan tersebut, kapasitas kelompok Batik Bukit Batu terus diperkuat, baik dari sisi peningkatan keterampilan, kualitas produk, maupun pengembangan usaha. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para pengrajin untuk terus be­rinovasi dan menghasilkan karya-karya batik yang mampu bersaing serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Baca Juga  Kerjasama dengan Bank Nagari, Program Makan Rendang Dilaunching

Kini, Batik Bukit Batu tidak hanya menjadi hasil kerajinan, tetapi telah ber­kem­bang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kecamatan Bukit Batu. Berbagai motif khas yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal menjadi identitas yang memperkuat citra daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajinnya.

Kisah Diana Rita H. men­­jadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya dapat melahirkan perubahan yang nyata. Dengan dukungan PLN UIP Sumbagteng melalui Program TJSL PLN Peduli, Batik Bukit Batu terus berkembang sebagai warisan budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan nama Bukit Batu kepada khala­yak yang lebih luas. (rel)