AGAM/BUKITTINGGI

Dapat Remisi Kemerdekaan, Enam Warga Binaan Lapas Lubuk Basung Hirup Udara Bebas

×

Dapat Remisi Kemerdekaan, Enam Warga Binaan Lapas Lubuk Basung Hirup Udara Bebas

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Kepala Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Budi Suharto saat memberikan sambutan pada penyerahan remisi umum bagi narapidana dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8).

AGAM, METROSebanyak 285 warga binaan Lembaga Pema­sya­ra­katan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung menerima remisi dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, delapan orang mendapat Remisi R2 yang berujung pada pengurangan masa pidana hingga berstatus bebas.

Kepala Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Budi Suharto, mengatakan dari delapan penerima Remisi R2 tersebut, enam warga binaan langsung bebas, satu masih menjalani pidana subsider, sementara satu lainnya telah dipindahkan ke Lapas lain.

“Delapan warga binaan pemasyarakatan itu menerima remisi R2 atau kategori pengurangan masa tahanan yang membuat seorang narapidana langsung bebas pada hari penyerahan remisi tersebut,” kata Budi di Lubuk Basung, Senin.

Enam warga binaan yang langsung bebas masing-masing Yuli Amri Dedi Bin Yulius, dengan pidana satu tahun dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga; Sandi Oktomi Putra Bin Asriwal, pidana tiga tahun terkait penyalahgunaan narkotika; Ilham Bin Buyung Kaciak, pidana tiga tahun enam bulan dalam kasus pencurian; Isal Bin Ubai, pidana satu tahun karena pencurian dengan pemberatan.

Kemudian Rusdianto Bin Rusli Bujang, pidana dua tahun sembilan bulan dalam kasus pencurian dengan pemberatan; serta Janu Fitri Bin Iskandar, pidana dua tahun enam bulan atas kasus penggelapan.

Sementara itu, Hendri­zal Bin Bahrizal, narapida­na kasus narkotika, mem­peroleh remisi tiga bulan. Satu penerima lainnya telah dipindahkan ke Lapas lain.

“Enam warga binaan ini langsung bebas usai menerima remisi 2-4 bulan. Sedangkan satu warga binaan lagi masih menjalankan subsider dan satu orang sudah pindah ke Lapas lain,” katanya.

Secara keseluruhan, 285 warga binaan menerima Remisi Umum (RU1). Sebanyak 138 orang menerima remisi berdasarkan ketentuan non-PP Nomor 99 Tahun 2021, dengan rincian remisi satu bulan sebanyak 20 orang, dua bulan 35 orang, tiga bulan 47 orang, empat bulan 17 orang, lima bulan 17 orang dan enam bulan dua orang.

Baca Juga  311 Jamaah Haji Agam Kloter 6 Tiba di Tanah Air

Sementara 139 warga binaan lainnya menerima RU1 berdasarkan PP Nomor 99 Tahun 2021. Rinciannya, remisi satu bulan empat orang, dua bulan 32 orang, tiga bulan 49 orang, empat bulan 32 orang dan lima bulan 18 orang. “Remisi ini merupakan hak dari narapidana dan bentuk pembinaan dalam memperbaiki diri untuk kembali ke keluarga maupun ma­sya­rakat,” ujar Budi.

Menurutnya, pemberian remisi juga diharapkan menjadi penyemangat ba­gi warga binaan untuk me­ngikuti berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana. Lapas Lubuk Basung me­nye­dia­kan sejumlah kegiatan, di antaranya pengembangan usaha mikro kecil menengah, kemandirian pangan dan berbagai keterampilan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah, menyerahkan Remisi Umum kepada narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan di Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Senin (17/8).

Bupati mengatakan remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga penghargaan atas proses pembinaan sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Saat membacakan sam­butan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, ia me­nyampaikan bahwa pada 2026 pemerintah mem­beri­kan Remisi Umum kepada 173.706 narapidana dan Pe­ngu­rangan Masa Pidana Umum kepada 1.085 Anak Binaan di seluruh Indonesia. “Tahun ini, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ujar Bupati.

Ia mengingatkan warga binaan agar memanfaatkan remisi sebagai kesempatan untuk beru­bah dan menata kehidupan setelah bebas. “Gunakan kesempatan ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Bupati juga meninjau berbagai hasil pembinaan warga binaan, mulai dari kerajinan berbahan daur ulang hingga kegiatan pro­­­duktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Di lokasi tersebut terdapat kegiatan pertanian dan peternakan, seperti budidaya ayam,­ bebek dan ikan lele.

Baca Juga  Bahas Pembangunan di Malalak, Bupati Agam Gelar Pertemuan Khusus dengan Pemnag-Lembaga Nagari

Menurutnya, keteram­pilan berbasis praktik akan membantu warga binaan agar lebih siap hidup man­diri setelah kembali ke masyarakat. “Kalau warga binaan betul-betul me­ngi­kuti program yang ada di sini, keluarnya nanti mereka tidak canggung lagi. Sudah bisa mandiri. Selama di sini mereka sudah terlatih langsung di lapangan, bukan hanya teori,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi kreativitas warga binaan dalam menghasilkan berbagai kerajinan tangan dari barang bekas. “Semua kerajinan tangan ini dibuat menggunakan barang-ba­rang daur ulang. Ini inovatif dan kreatif sekali,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses pemasyarakatan seharusnya tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga memberikan pembinaan agar warga binaan mampu memperbaiki diri dan kembali berperan di tengah masyarakat.

“Pemerintah itu betul-betul hadir. Tidak hanya untuk menghukum, tapi juga melakukan pembinaan. Kehadiran pemerintah untuk memanusiakan manusia, itu intinya,” tegasnya.

Untuk memperkuat pem­­binaan, Pemerintah Kabupaten Agam siap ber­ko­laborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan organisasi perangkat daerah terkait, khususnya bi­dang pertanian, peternakan, pangan dan UMKM.

“Yang bisa kita fasilitasi, kita fasilitasi. Yang bisa kita bantu, kita bantu sesuai kemampuan kita. Kemudian juga dengan BLK bersama, mungkin dengan dinas terkait seperti pertanian, peternakan, pangan, UMKM. Semuanya bisa berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik kepada warga binaan kita,” jelasnya.

Bupati berharap keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke keluarga. “Kita berharap semangatnya muncul setelah berada di rumahnya. Sama-sama kita doakan, semoga sesuai dengan harapan kita semua,” ujar Bupati. (pry)