AGAM/BUKITTINGGI

Dandim Agam bantah Koperasi Merah Putih Sianok dibangun di lokasi terisolir

×

Dandim Agam bantah Koperasi Merah Putih Sianok dibangun di lokasi terisolir

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Koperasi Merah Putih di Nagari Sianok, Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam membantah informasi yang menyebutkan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di­bangun di lokasi terisolir dan susah diakses warga di Nagari (Desa) Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Informasi di media sosial yang beredar tidak secara utuh, lokasi itu ramai rumah warga dan setiap hari dilalui pengendara dari Bukittinggi ke Agam, terpenting lagi itu ada di kawasan objek wisata Ngarai Sianok,” kata Dandim Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, Jumat (3/7).

Dari pantauan di lapangan, Koperasi Merah Putih Nagari Sianok mudah dilalui kendaraan berbagai jenis ukuran karena memiliki akses jalan baik, tepatnya berada di sebelah kanan setelah melewati jembatan batas Bukittinggi dan Agam.

Baca Juga  Nagari Manggopoh Borong Piala Bergilir Bupati Agam Festival KIA 2023

Di sekitar koperasi, karena merupakan daerah wisata, banyak dijumpai rumah-rumah warga dan rumah makan. Di sebelahnya, juga ada Kantor Bamus Nagari Sianok yang segera dijadikan Kantor Walinagari.

“Pemilihan dan penentuan lokasi bangunan koperasi dilakukan oleh pemerintah nagari bersama tokoh adat di KAN daerah setempat, kita juga memahami keterbatasan lahan yang dimiliki oleh nagari. Kantor Walinagari juga akan dipindah ke sini hingga semakin ramai masya­ra­­kat yang datang,” kata Dan­dim.

Ia menambahkan Koperasi Merah Putih Sianok nantinya juga diperuntukkan bagi masyarakat setempat untuk menjual hasil panen serta membeli keperluan harian.

Baca Juga  Sambut 259 Delegasi dari 36 Negara, Pemko Bukittinggi Gelar Welcome Dinner 100 Tahun Jam Gadang

“Sesuai arahan Presiden, Kopdeskel adalah program pemerintah yang bertujuan memperkuat eko­nomi kerakyatan dan menciptakan pusat layanan terpadu di setiap desa,” kata Dandim.

Fasilitas ini umumnya mencakup gerai sembako, klinik desa, apotek, simpan pinjam mikro, hingga logistik termasuk hasil panen warga daerah.

“Sehingga nanti hasil panen itu dari koperasi itu yang mengelola nanti mungkin dipasarkan kemana, sehingga masyarakat tidak kebingungan kemana ha­rus menjual hasil panen tersebut, hasil alam yang mereka peroleh,” kata Dan­dim.

Koperasi Sianok telah rampung sejak tiga bulan lalu, Dandim menargetkan 25 koperasi berdiri di 2026 dengan realisasi 13 sudah berhasil didirikan hingga saat ini. (pry)