METRO PESISIR

Bupati Padangpariaman Harapkan Masyarakat Peternak, Persoalan PMK dan LSD harus Jadi Perhatian

×

Bupati Padangpariaman Harapkan Masyarakat Peternak, Persoalan PMK dan LSD harus Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Perternak Harus Menjadi Perhatian Dalam Persoalan PMK dan LSD

PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan semua pihak harus menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan hewan berserta jejaringnya hingga lokus perternakan dapat dirasakan oleh masyarakat peternak. “Semua itu penting kita lakukan agar le­bih jauh dalam meningkatkan kapasitas penguasaan ilmu dan skil, karena itulah saya berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan serius,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, saat membuka secara resmi pelatihan kesehatan hewan tahun 2022.

Sehingga katanya, ilmu yang didapat bisa diimplementasikan kepada masyarakat perternak. Dengan demikian masyarakat perternak akhirnya akan menjadikan peternak yang mandiri dan sukses dalam menjalankan aktifitasnya.

Baca Juga  63 Kegiatan PKM UNP 2025 Dipusatkan di Padangpariaman

Apalagi katanya, saat ini da­lam Kabupaten Padangpariaman sedang merebak penyakit mulut dan kuku  (PMK ) dan lumpy skin disesase (LSD ). “Sehingga pe­nyakit ini membuat panik masya­rakat perternak dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Dalam hal tersebut katanya, Pemkab Padangpariaman sangat mendukung para peserta men­gi­kuti pelatihan dengan serius agar penyakit ternak yang lagi merabah pada ternak ternak ma­sya­rakat di Kabupaten Padangpariaman dapat diantisipasi.

“Dengan demikian PMK yang menyerang tern masyarakat daat diatasi dengan cepat.Kalau telah demikian otomatis tenrka ternak masyarakat terhindari dari berbagai penyakit, karena cepat dilakukan antisipasinya dan eko­nomi masyarakat perternak me­ningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Entaskan Kemiskinan di Padangpariaman, Baznas Serahkan Bantuan Pendidikan dan Modal

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dan Kepala Dinas Pertenakan Padangpariaman Arkadius me­ngatakan petugas IB di Kabupa­ten Padangpariaman telah tersertifikasi, sehingga legalitasnya le­bih aman dalam melaksanakan tugas.

Acara dihadiri  kepala balai besar perternakan dan kesehatan hewan Cinagara Bogor, Kadis Pertenakan kesehatan hewan Arkadius serta diikuti para peternak dan para undangan lainnya dalam pelatihan tersebut.(efa)