METRO PESISIR

Berdasarkan Kajian Tim Ahli, Rawan, Padangpariaman Miliki 10 Risiko Bencana

×

Berdasarkan Kajian Tim Ahli, Rawan, Padangpariaman Miliki 10 Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI BNPB— Bupati Suhatri Bur, Zainil dan Budi Mulya Kepala BPBD Padangpariaman saat melaporkan kondisi padangpariaman kepada BNPB.

 

PDG. PARIAMAN, METRO–Asisten II Pemka Pa­dang­pariaman Zainil me­nyatakan daerah Kabupa­ten Padangpariaman tidak terlepas dari berbagai ancaman berbagai jenis bencana alam. “Berdasarkan kajian tim ahli secara nasional dan internasional, Kabupaten Padangpariaman memiliki 10  risiko bencana dari 11  risiko bencana yang ada,” kata Asisten II Sekretariat Daerah Zainil saat membuka secara resmi kegiatan wokshop penyusunan draft NOL rencana kontingensi gempa Bumi dan tsunami, kemarin.

Katanya, Padangpariaman memiliki komitmen yang kuat dalam penanggulangan bencana daerah. Sebagai wujud komitmen dalam penanggulangan bencana daerah tersebut, di bawah kepemimpinan Bupati Suhatri Bur dan Wakil Bupati Rahmang, pasangan pimpinan dae­rah tersebut mengerahkan seluruh pihak terkait dan ba­wahannya untuk bersama-sama turun ke lapa­ngan dalam rangka bahu membahu meringankan beban warga terdampak bencana. “Contohnya saat bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Pa­dang­pariaman beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Baca Juga  ALB HET FK Unand Bantu Korban Gempa Pasaman

Zainil turut menyampaikan terima kasih kepada BNPB Pusat yang telah menunjuk Kabupaten Pa­dangpariaman sebagai sa­lah satu kabupaten yang wajib memiliki dokumen kontingensi gempa Bumi dan stunami. Dimana dokumen ini akan menjadi pedoman bagi daerah dalam melakukan Kontingensi bencana gempa bumi dan stunami.

“Rencana Kontingensi merupakan piranti dasar kesiapsiagaan bagi BNPB dan BPBD dalam memba­ngun koordinasi, komitmen dan pengerahan sumberdaya berbagai pemangku kepentingan demi peng­u­rangan resiko bencana,” terangnya.

Dikesempatan yang sa­ma, Perwakilan BNPB Di­rektorat Kesiapsiagaan Dianita mengungkapkan, program idrip bantuan Bank Dunia ini tidak hanya kegiatan rencana konti­ngensi saja tapi juga dalam bentuk penyediaan rambu dan jalur evakuasi, serta pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kabupaten Padangpariaman yang mana pesisir selatan menjadi lokus nya.

Baca Juga  Kembangkan Potensi Pegawai, Korpri Siapkan Kafilah MTQ Nasional

“Dokumen bersama yang dibuat berdasarkan hasil komitmen bersama maka perlu melibatkan semua OPD dan stakeholder terkait. Nantinya dokumen ini merupakan milik pemerintah daerah pada akhir­nya menjadi regulasi daerah dalam bentuk Peraturan Bupati,” ujarnya.

Sebelumnya, Kalaksa BPBD yang pada saat itu diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaam BPBD Al-Kamar Rahim me­ngungkapkan, workshop berlangsung selama 3 (ti­ga) hari denga melibatkan 35 peserta dari berbagai unsur kebencanaan di Ka­bupaten Padangpariaman.

“Kita berharap duku­ngan data dan informasi dari semua pihak dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi ini agar bisa lebih sempurna,” ta­mahnya. Tampak hadir dalam workshop ini Kepala BMKG Padangpanjang dan beberapa forum kebencanaan di Kabupaten Pa­dangpariaman, seperti TNI, Polri, PMI, dan FPRB. (efa)