BENCANA banjir yang melanda Kota Solok tahun lalu, masih menyisakan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Dampak banjir juga mengganggu gerak roda perekonomian masyarakat dan daerah.
Secara bertahap, Pemko Solok bersama masyarakat terus bangkit untuk pulih dengan semangat kebersamaan. Berbagai langkah guna memulihkan perekonomian masyarakat dan daerah pun terus diupayakan.
Salah satu harapan, Pemko Solok menginisiasi langkah jangka panjang agar masyarakat pelaku UMKM terus bergeliat menjalankan usahanya. Karena sektor UMKM, berangkat dari pengalaman banyak daerah, merupakan sektor lapangan usaha yang cenderung membantu dikala ekonomi sedang mengalami turbulensi. Tidak saja berbenah dari dampak pasca bencana, Pemko Solok juga mempersiapkan berbagai sarana agar Kota Solok menjadi daerah kunjungan.
Taman Syech Kukut yang berada di jantung Kota Solok dan selama ini hanya dikenal oleh masyarakat sebagai ruang terbuka hijau, kini dari segi pemanfaatanya tidak sekedar taman akan tetapi disiapkan menjadi taman literasi digital yang diharapkan mampu menjadi magnet dengan menghadirkan berbagai ivent.
Seiring dengan harapan Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, transformasi ini diwujudkan sebagai upaya menghadirkan ruang publik yang tidak hanya nyaman untuk bersantai, tetapi juga menjadi pusat kegiatan yang produktif, edukatif, dan kekinian.
“memang saat ini Pemerintah Kota Solok melakukan revitalisasi Taman Syech Kukut menjadi Taman Literasi Digital. Dan diharapkan dengan ruang terbuka publik yang lebih modern, nyaman, dan multifungsi dengan konsep taman kota terpadu dengan sentuhan estetika kekinian, menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Kota Solok,” harap Ramadhani.
Keberadaan taman Syech Kukut yang tidak bisa dipisahkan dari Pasar Raya Solok, upaya revitalisasi taman Syech Kukut ini bisa jadi merupakan titik awal dalam membenahi kawasan Pasar Raya Solok dan kawasan sekitarnya. Dari pemikiran Ramadhani Kirana Putra bersama Suryadi Nurdal, Pasar Raya Solok yang selama ini dikenal sebagai kawasan ekonomi, kedepan perlu faktor pendukung dengan konsep memadukan beberapa sektor dengan pemanfatan potensi yang ada dikawasan itu.
“Saat ini Pemko Solok berupaya merobah kawasan Pasar Raya Solok yang merupakan wajah pusat kota itu agar lebih tertata dan membawa dampak positif terhadap berbagai sektor,” ujarnya.
Sehingga kawasan Pasar Raya Solok diharapkan menjadi kawasan yang tertata, menarik dan ramah bagi pengunjung dan memang pantas untuk dikunjungi. Kawasan perekonomian yang ditunjang oleh sarana wisata taman dan sungai jelas akan menambah gerak perekonomian masyarakat dan daerah.
Melihat perencanaan, salah satu fasilitas yang dibangun dan akan menjadi daya tarik tersendiri dengan hadirnya panggung terbuka dengan desain arsitektur unik. Area ini dirancang sebagai tempat pertunjukan seni, kegiatan komunitas, hingga event daerah.
Selain itu, kawasan taman akan dilengkapi dengan air mancur interaktif di bagian tengah plaza. Fasilitas ini diharapkan menjadi ikon baru sekaligus daya tarik bagi pengunjung, terutama keluarga dan anak-anak.
Memang konsep taman ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat zaman sekarang yang menginginkan tempat yang estetik sekaligus fungsional dan berinilai edukasi bagi pengunjung.
Suasana taman akan semakin hidup pada akhir pekan. Berbagai pertunjukan seni budaya seperti silek dan randai, hingga kegiatan olahraga dan event komunitas akan rutin digelar. Dengan berbagai pertunjukan seni tradisional nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari namun dikemas dengan sentuhan kekinian.
Sampai saat ini revitalisasi taman Syech Kukut telah mencapai 25 persen pengerjaannya. Dan diharapkan pengerjaan revitalisasi taman ini rampung menjelang akhir tahun 2026 ini.
Dan sebagai dampak positif lainnya dengan kehadiran taman ini juga difasilitasi galery bagi masyarakat pelaku usaha. Tempat ini memang dihadirkan bagi pengunjung untuk menikmati berbagai kuliner sambil bersantai. Dengan langkah ini, kedepan tentu akan membawa dampak bagi para pelaku. (***)






