PESSEL, METRO—Seorang anak laki-laki dilaporkan hilang tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putih, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Minggu (10/5) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hilangnya korban bernama Jestra (10), sontak membuat warga maupun pengunjung objek wisata itu heboh dan panik. Pencarian terhadap korban pun langsung dilakukan hingga malam. Sayangnya, korban belum berhasil ditemukan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat warga setempat membuka muara yang sebelumnya tertutup. Setelah muara terbuka, arus air mengalir deras menuju laut. Korban yang merupakan pelajar SD yang tinggal di Pasar Taratak, diduga hendak berenang melintasi aliran air untuk mengambil bajunya yang tertinggal di tebing seberang.
Namun nahas, korban justru terseret arus deras hingga terbawa ke laut. Situasi di lokasi semakin sulit karena ombak tinggi disertai air keruh yang membatasi jarak pandang warga saat melakukan pencarian.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, informasi kejadian diterima dari Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, pada pukul 17.13 WIB. Setelah laporan masuk, Unit Siaga SAR Pesisir Selatan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.“Pada Minggu sore diberangkatkan Rescuer Unit Siaga SAR Pesisir Selatan menuju lokasi kejadian dengan lima personel dengan estimasi lebih kurang 54 menit,” ujar Abdul Malik.
Dijelaskan Abdul Malik, insiden bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu korban berenang bersama teman-temannya di pintu muara Pantai Buayo Putiah. Namun, derasnya arus di kawasan muara diduga menyeret tubuh korban hingga hilang dari pantauan warga sekitar.
“Korban dilaporkan berenang di Pintu Muara Pantai Buayo Putiah bersama teman-temannya dan hanyut terbawa arus,” katanya.
Dalam operasi pencarian tersebut, kata Abdul Malik, tim membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car Carrier, LCR beserta mesin tempel, perlengkapan SAR air, perlengkapan medis, perlengkapan komunikasi, hingga peralatan pendukung lainnya.
“Belum terdapat faktor penghambat signifikan dalam pelaksanaan operasi SAR. Meski demikian, kondisi cuaca gerimis di sekitar lokasi tetap menjadi perhatian tim saat melakukan pencarian di kawasan pantai dan muara,” tuturnya. (*)





