PADANG, METRO—Sebuah pohon rambutan tumbang dan menimpa satu unit rumah warga di Jalan Sutan Syahrir No. 221 B RT 02 RW 09, Kelurahan Mato Air, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (8/5) sekitar pukul 08.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon.
Rumah yang terdampak diketahui milik Apsah (67). Pohon rambutan dengan panjang sekitar 18 meter dan diameter kurang lebih 50 sentimeter itu roboh setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan tersebut pada pagi hari.
Menurut pemilik rumah, Apsah, kejadian pohon tumbang tersebut terjadi saat cuaca buruk melanda wilayah Padang Selatan.
“Pohon tumbang ini terjadi pada pagi hari ketika hujan lebat dan angin kencang,” ujarnya.
Mendapat laporan kejadian, Tim Rescue Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Padang langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material pohon yang menimpa rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander mengatakan pihaknya menurunkan personel piket Regu B guna mempercepat proses evakuasi.
Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Tiga Kendaraan
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Padang pada Jumat (8/5) siang memicu terjadinya bencana pohon tumbang. Insiden ini terjadi di Jalan Samudra RT 02 RW 05, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat sekitar pukul 11.10 WIB.
Satu batang pohon jenis Batang Baru dengan panjang mencapai 15 meter dan diameter sekitar 65 cm ambruk menimpa satu unit rumah dan tiga unit kendaraan yang sedang terparkir. Pemilik rumah dan kendaraan diketahui bernama Masrul (70), seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang.
Kendaraan yang terdampak meliputi dua unit sepeda motor, yakni Honda Vario dan Honda Beat, serta satu unit mobil Toyota Avanza d. Beruntung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini (Nihil). Namun, total kerugian materil ditaksir mencapai Rp 5.000.000.
Mendapat laporan tersebut, Anggota Rescue Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Padang di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Petugas menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon besar tersebut dan membersihkan material yang menimpa bangunan serta kendaraan.
“Pengerjaan pembersihan sedang dilakukan oleh tim di lapangan agar akses dan kondisi rumah warga kembali normal,” tulis laporan resmi BPBD.
Dalam aksi tanggap darurat ini, personel BPBD dibantu oleh Lurah setempat, anggota BKO Satpol PP, serta warga sekitar yang bahu-membahu membersihkan sisa-sisa dahan pohon.
Pohon Kelapa Tumbang Timpa Ruang Guru SDN 12 Padang Besi
Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda Kota Padang kembali memicu terjadinya pohon tumbang. Kali ini, sebuah pohon kelapa menimpa bangunan sekolah dasar, tepatnya di SDN 12 Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Jumat (8/5).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Pohon kelapa dengan panjang sekitar 15 meter dan diameter 40 cm itu ambruk tepat di atas atap ruangan guru. Selain merusak struktur atap, tumbangnya pohon juga mengenai sejumlah aset milik sekolah yang berada di dalam ruangan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang menyatakan bahwa kronologi kejadian murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak siang hari.
“Hujan dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang menimpa atap ruang guru. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 10.000.000,” tulis laporan resmi BPBD Kota Padang.
Segera setelah mendapatkan laporan, Tim Rescue Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Padang di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses pembersihan material pohon berlangsung dengan cepat berkat kolaborasi lintas sektor di lapangan.
Selain personel BPBD, proses evakuasi ini juga melibatkan Lurah setempat, BKO Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak sekolah (guru). Tak ketinggalan, Kelompok Siaga Bencana (KSB), tim Srikandi, dan Ketua RW setempat turut membantu di lokasi kejadian.
Berdasarkan kondisi terakhir pukul 15.00 WIB, pengerjaan pembersihan pohon tumbang tersebut dinyatakan telah selesai dilaksanakan. Material pohon sudah berhasil dievakuasi dari atap bangunan sehingga tidak lagi membahayakan area sekolah.
Warga dan pihak sekolah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, mengingat cuaca di wilayah Kota Padang yang saat ini masih sering dilanda angin kencang dan hujan lebat. (oza)





