BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi memanfaatkan momentum Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I untuk mempromosikan sekaligus mensosialisasikan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balee Meuseuraya Aceh, Minggu (19/4).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, didampingi konseptor peringatan, Arif Malin Mudo, menjelaskan bahwa peringatan satu abad Jam Gadang merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memaknai ikon kota tersebut. Tidak sekadar landmark, Jam Gadang dinilai sebagai simbol sejarah, identitas, sekaligus kebanggaan bangsa.
Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus upaya memperkuat pelestarian cagar budaya melalui semangat kolaborasi antar daerah dan lintas budaya.
“Melalui forum APEKSI, Pemko Bukittinggi mengundang seluruh anggota APEKSI untuk menghadiri rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada 14 hingga 21 Juni mendatang, sekaligus mengajak pemerintah kota untuk turut mendukung dan mempromosikan kegiatan ini melalui berbagai media di daerah masing-masing, sehingga gaung peringatan 100 Tahun Jam Gadang dapat dirasakan secara luas di seluruh Indonesia,” ujar Ibnu Asis.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut. Di antaranya seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, lomba serta pameran fotografi Jam Gadang, hingga lomba puisi tingkat nasional yang melibatkan peserta dari Aceh hingga Papua.
Selain itu, Pemko Bukittinggi juga akan menggelar pemutaran film dalam program Bukittinggi Film Festival yang menampilkan karya sineas dari negara-negara Asia Tenggara.
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan Jam Gadang Cultural Night yang menampilkan pertunjukan seni budaya, serta pidato kebudayaan bertajuk manifesto 100 tahun Jam Gadang. Perayaan ini kemudian ditutup dengan festival kuliner tradisional yang menghadirkan berbagai hidangan khas Bukittinggi oleh Bundo Kanduang.
Tak hanya itu, peringatan satu abad Jam Gadang juga akan diramaikan dengan International Minangkabau Literary Festival (IMLF), yang menghadirkan peserta dari 40 negara. Kehadiran festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Jam Gadang sebagai ikon penting sekaligus memperkenalkan Bukittinggi ke kancah internasional. (pry)





