LIMAPULUH KOTA, METRO — Pasca Aksi Demo damai di Kantor Walinagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luak dan mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, Anak Nagari Kecamatan Luak bakal kembali menggelar aksi untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang ada di Nagari mereka.
Aksi massa yang akan diikuti berbagai unsur itu, direncanakan akan digelar Rabu (15/4), sekitar pukul 09.00 Wib di Kantor Walinagari Sungai Kamuyang di Jalan Raya Payakumbuh-Lintau. Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Polres Payakumbuh tanggal 6 April 2026 itu, massa akan menyampaikan sejumlah hal, terutama meminta Bupati untuk segera memberhentikan Walinagari.
Dalam aksi tersebut, masa yang berjumlah sekitar 150 orang itu, juga berencana membawa alat peraga berupa spanduk dan lainnya, mereka akan melakukan orasi untuk menyampaikan sikap dan tuntutan.
“Sehubungan dengan telah terjadinya Pelanggaran Peraturan Daerah No. 1 tahun 2018 serta pelanggaran-pelanggaran lainnya yang telah dilakukan oleh Wali Nagari Sungai Kamuyang Saudra ISRAL, maka bersama surat ini kami beritahukan bahwa, Anak Nagari beserta Masyarakat Nagari Sungai Kamuyang akan melakukan kembali Penyampaian Pendapat dimuka Umum dalam bentuk “Aksi Massa Unjuk Rasa Damal,”tulis surat yang ditujukan kepada Polres Payakumbuh dan ditembuskan kepada Bupati, DPRD, Kejaksaan dan pihak lainnya itu.
Dalam surat itu, aksi damai titik kumpul berada di Parkiran Mesjid Raya Batang Tabik. Tokoh masyarakat Nagari Sungai Kamuyang, Edi, SH saat dikonfirmasi terkait informasi aksi tersebut, membenarkan rencana anak Nagari itu.
“Memang akan ada aksi damai Anak Nagari Sungai Kamuyang, dalam temuan anak nagari yang melakukan aksi sebelumnya pada 17 Juli 2025, hasil tersebut (temuan) tidak ditindaklanjuti oleh Bupati maupun Walinagari, di inspektorat sudah ada hasilnya, Walinagari dan Bupati tidak tegas,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, aksi Anak Nagari saat ini karena mereka tidak senang dengan temuan yang tidak ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah dan Walinagari. “Mereka tidak senang dengan temuan yang tidak ditindaklanjuti, sehingga mereka kembali melakukan aksi,” ucapnya. (uus)





