BERITA UTAMA

Aktivitas PETI di Sijunjung Makan Korban, 2 Penambang Tewas Tertimbun, Pencarian Pakai Alat Berat, Cangkul dan Sekop

×

Aktivitas PETI di Sijunjung Makan Korban, 2 Penambang Tewas Tertimbun, Pencarian Pakai Alat Berat, Cangkul dan Sekop

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim gabungan bersama warga melakukan pencarian terhadap dua penambang yang tertimbun di lokasi tambang emas ilegal di di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Sijunjung.

SIJUNJUNG, METROAktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sijunjung, kembali memakan korban jiwa. Kali ini, dua warga tertimbun longsor saat menambang emas di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kamis (9/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedua korban diketahui berinisial ZK (53) dan NF (21). Di mana diketahui juga ZK sendiri merupakan warga Jorong Dusun Palangki dan juga NF, berasal dari Jorong Duo Nagari. Insiden itu sontak membuat heboh warga setempat hingga beramai-ramai datang ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Video yang memperlihatkan proses pencarian dan evakuasi kedua korban  tersebar di bebrgai platform media sosial. Mulai dari Facebook dan Instagram. Berdasarkan juga dari video tersebut, nampak petugas BPBD berupaya mencari korban menggunakan alat berat.

Selain itu, tampak kerumunan  warga yang di sekitar lokasi, menyaksikan pencarian dua korban. Selain menggunakan alat berat, warga bersama BPBD juga melakukan pencarian menggunakan cangkul serta sekop. Lumpur dan banyak air di lokasi pun menjadi tantangan dalam proses pencarian.

Baca Juga  Dituduh Nyantet, Satu Keluarga Diusir, Warga Marah, Rumah Nyaris Dibakar, Polres Mentawai Stabilkan Kondisi

Setelah empat jam pencarian, sekitar pukul 20.00 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas lalu diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan lalu dikebumikan.

Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjung, Heries membernarkan terkait dua orang warga yang tertimbun longsor saat melakukan aktivitas menambang tersebut. Menurutnya, laporan masuk ke BPBD Sijunjung sekira pukul 17:00 WIB dan pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi.

“Kami mengutus satu regu tim piket yang terdiri sekitar 10 personel. Proses pencarian kita pusatkan di lokasi, dibantu juga dengan warga. Akhirnya, korban ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia sekira pukul 20:00 WIB,” kata Heries.

Dijelaskan Heries, pencarian s dilakukan dengan alat berat hingga alat warga berupa cangkul dan sekop. Sementara itu, tantanagn selama pencarian terdapat tanah berlumpur dan debit air yang tinggi.

“Beruntung proses evakuasi berjalan lancar dan korban cepat ditemukan, meski kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah keduanya ditemukan, operasi pencarian dihentikan dan personel kembali ke markas,” ujar dia.

Baca Juga  Jalan Rusak, Truk Bermuatan Batu Bara Rebah Kuda

Terpisah, Wali Nagari Palangki, Jasman, mengungkapkan bahwa aktivitas tambang tersebut tidak memiliki izin resmi dan aktivitas penambangan sudah berlangsung hampir dua pekan menggunakan mesin dompeng.

“Sepengetahuan saya tidak ada izin, atau bisa dikatakan tambang ilegal. Kita sudah berulang kali menyampaikan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan penambangan secara ilegal,” ujar Jasman.

Menurut Jasman, sebelum kejadian, belasan warga tengah melakukan aktivitas tambang di lokasi. Meski sudah mewaspadai potensi longsor karena kondisi tanah yang labil, bencana tetap terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dua penambang yang berada di posisi rentan tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material longsor. Setelah dievakuasi, kedua korban dibawa ke puskesmas sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” tutur Jasman.

Keduanya, kata Jasman, sudah dimakamkan oleh keluarga pada Jumat (10/4). Atas peristiwa tersebut, pihak pemerintah nagari menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Kepada masyarakat kami minta untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor,” tutupnya. (*)